Sosok Purnawirawan TNI yang Jadi Sopir Pikap Hingga Tewas Ditusuk di Lembang, Rekan Bilang Begini

korban yang tewas bersimbah darah di mobil pikap merupakan seorang purnawirawan TNI yang bekerja sebagai sopir toko meubel

Penulis: Hilman Kamaludin | Editor: Darajat Arianto
Tribun Jabar/Hilman Kamaludin
Petugas mengevakuasi jenazah sopir pikap yang jadi korban kasus penusukan di Jalan Adiwarta, RT 1/12, Desa Lembang, Kecamatan Lembang, Kabupaten Bandung Barat (KBB), Selasa (16/8/2022) pagi. korban yang tewas bersimbah darah di mobil pikap merupakan seorang purnawirawan TNI yang bekerja sebagai sopir toko meubel. 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Hilman Kamaludin

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG BARAT - Kasus penusukan yang dilakukan pria berinisial HH (30) terhadap korban Muhammad Mubin (63) di Jalan Adiwarta, RT 01/12, Desa Lembang, Kecamatan Lembang, Kabupaten Bandung Barat (KBB) menyita perhatian publik.

Sejumlah rekan korban menyampaikan sosok korban yang bekerja sebagai sopir toko meubel dikatakan tertutup namun baik.

Saat awal kejadian pada Selasa (16/8/2022), korban yang ditemukan tewas bersimbah darah di dalam mobil pikap disebut bekerja sebagai sopir toko meubel, tetapi belakangan diketahui ia merupakan seorang purnawirawan TNI.

Kapolsek Lembang, AKP Hadi Mulyana mengatakan, selama bekerja sebagai sopir meubel, orang dekat di tempat kerjanya tidak ada yang mengetahui bahwa korban merupakan purnawirawan TNI.

"Enggak ada yang tahu karena orangnya tertutup, lalu terungkapnya (purnawirawan TNI) kemungkinan dari kesatuannya dulu," ujarnya saat dihubungi, Minggu (21/8/2022).

Setelah kejadian, pihaknya langsung menangani kasus penusukan tersebut dan saat itu juga pelaku berhasil ditangkap di rumahnya hanya dalam waktu kurang lebih 1 jam setelah kejadian.

Baca juga: Pembunuh Purnawirawan di Lembang Ternyata Sempat Bohongi Polisi, Katanya Diludahi Ternyata Tidak

"Tapi sekarang perkaranya sudah ditangani sama Polda," kata Hadi.

Rekan kerja korban, Restu (23) mengaku kaget saat mendapat kabar bahwa tewas mengenaskan di dalam pikap karena tak pernah mendengar bahwa korban punya masalah dengan orang lain. 

"Saya dengar itu dari anak bos saya yang baru pulang sekolah, katanya sopir ditusuk di mobil. Kalau selama ini saya juga enggak dengar ada masalah sama orang lain," ucapnya beberapa waktu lalu.

Restu menyebut bahwa korban ini berasal dari daerah Jawa Tengah dan baru bekerja sebagai sopir meubel di daerah Lembang kurang lebih baru 2 bulan.

"Korban orangnya tertutup, tapi kalau ke saya memang baik," kata Restu.

Seperti diketahui, motif pelaku melakukan penusukan itu karena kesal terhadap korban yang sering parkir di jalan masuk rumahnya, sebab mobil korban kerap menghalangi akses masuk. (*)

Sumber: Tribun Jabar
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved