Meski Murah, Masyarakat Diimbau Tak Beli Rokok Ilegal, Satpol PP Sumedang Bilang Ini Tak Terjamin

Satpol PP Sumedang mengimbau masyarakat untuk tidak tergiur dengan harga murah rokok-rokok ilegal karena tidak terjamin kualitasnya dan merugikan

Penulis: Kiki Andriana | Editor: Darajat Arianto
TRIBUNJABAR.ID/IRVAN MAULANA
ILUSTRASI pemusnahan rokok ilegal. Satpol PP Sumedang mengimbau masyarakat untuk tidak tergiur dengan harga murah rokok-rokok ilegal karena tidak terjamin kualitasnya dan merugikan masyarakat 

Tembakau Ilegal Marak di Warung

Peredaran produk tembakau ilegal di Sumedang masih marak di pasaran. Terutama di warung-warung kecil skala eceran. 

Produk ilegal itu adalah barang kena cukai (BKC) yang tak berpita cukai atau bercukai palsu. 

Wakil Bupati Sumedang Erwan Setiawan mengatakan bahwa betul tembakau ilegal di tingkat pengecer masih sangat tinggi. 

"BKC belum dapat dikendalikan dengan optimal karena dipengaruhi oleh letak geografis Kabupaten Sumedang," kata Erwan di Sumedang, Kamis (4/8/2022). 

Wakil Bupati Sumedang Erwan Setiawan saat diwawancarai TribunJabar.id, di Sumedang, Senin (18/7/2022).
Wakil Bupati Sumedang Erwan Setiawan saat diwawancarai TribunJabar.id, di Sumedang. (Tribun Jabar/ Kiki Andriana)

Selain letak geografis yang mudah terjangkau dari daerah manapun, di Sumedang pemasaran masih bebas serta rendahnya pemahaman masyarakat tentang dampak penggunaan BKC ilegal. 

Untuk meminimalisir peredaran BKC ilegal, Pemkab Sumedang memulai dengan memperbanyak sosialisasi kepada para kepala desa dan lurah. 

Kemarin, Rabu (3/8/2022), Pemerintah Daerah Kabupaten Sumedang kembali menggelar "Sosialisasi Pemberantasan Barang Kena Cukai (BKC) Ilegal bagi Kelala Desa/Lurah se-Kabupaten Sumedang". Ini merupakan kegiatan kedua. 

Sosialisasi tersebut sebagai ikhtiar pemerintah ntuk memberantas tingginya peredaran BKC ilegal di masyarakat dan pelanggaran atas ketentuan penggunaan cukai di Kabupaten Sumedang. 

Baca juga: Pemkab Sumedang Akan Latih Petani dan Pengolah Tembakau Agar Mampu Pasarkan Melalui Jualan Online

Sebagai informasi, BKC ilegal punya beberapa ciri.

Yakni, yang dilekati pita cukai palsu, tidak dilekati pita cukai, dilekati pita cukai namun bukan haknya, ataupun dilekati pita cukai bekas. 

"Tentunya semua hal tersebut merugikan pendapatan negara dan para pihak yang menggunakan cukai legal serta melanggar ketentuan perundang-undangan yang berlaku," katanya. (*)

Sumber: Tribun Jabar
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved