Belasan Wanita yang Lakukan Open BO di Indekos di Sumedang Diamankan Aparat Gabungan
Sebanyak 14 perempuan muda di Kabupaten Sumedang, diringkus aparat gabungan dari sejumlah indekos di kawasan Cilengkrang, Kecamatan Sumedang Utara.
Penulis: Kiki Andriana | Editor: Giri
Laporan Kontributor TribunJabar.id Sumedang, Kiki Andriana
TRIBUNJABAR.ID, SUMEDANG - Sebanyak 14 perempuan muda di Kabupaten Sumedang, diringkus aparat gabungan dari sejumlah indekos di kawasan Cilengkrang, Kecamatan Sumedang Utara. Mereka terjaring razia lantaran membuka layanan open BO (booking order).
Selain mengamankan belasasan wanita yang menjajakan diri, petugas pun menangkap 14 pria hidung belang yang menjadi tamu atau pelanggannya, dalam razia pada Senin (8/9/2025) malam.
"Total ada 33 orang yang terjaring, lima orang di antaranya sedang pesta minuman keras, dan 28 pasangan bukan muhrim. Di antara mereka ada yang open BO, ada juga yang kumpul kebo," kata Kabid Tibum Satpol PP Sumedang, Dadi Kusnadi, dikonfirmasi TribunJabar.id, Selasa (9/9/2025).
Baca juga: Semburan Api di Waduk Jatigede Sumedang Diduga Berasal dari Septic Tank Lama
Dadi mengatakan, razia yang dilakukan Satpol PP sebagai tindak lanjut dari keresahan warga. Menurutnya, seluruh wanita dan pria yang diamankan langsung digelandang ke Markas Satpol PP Sumedang untuk dimintai keterangan dan pembinaan.
"Sejumlah barang bukti minuman keras turut disita," kata Dadi.
Baca juga: ODGJ Bermain Api, Rumah Panggung di Darmaraja Sumedang Ludes Terbakar
Ia menyebutkan, dari hasil pemeriksaan petugas, mayoritas yang terjaring merupakan warga asli Sumedang.
Dadi mengatakan, pemilik indekos yang disewakan per jam itu yang menjadi tempat beroperasinya prostitusi online pun turut diamakan petugas
"Kos-kosan itu disewakan per jam. Pemilik sudah kami periksa. Jika tak berizin akan kami tutup," ujarnya. (*)
| Soroti Kasus Bayi Meninggal dalam Kandungan di Sumedang, DPRD Jabar Minta Perkuat Edukasi Kesehatan |
|
|---|
| Kasus Bayi Meninggal di Sumedang, Dinkes Jabar Sebut RS Pakuwon Sudah Siapkan Dokter Pengganti |
|
|---|
| Ada 62 Kasus Kematian Bayi di Sumedang dari Januari 2026, Terbaru Bayi Rosita, Mayoritas karena BBLR |
|
|---|
| Kasus Bayi Meninggal Diduga Ditolak RS Pakuwon, Wakil Ketua DPRD Sumedang Minta SOP Dicek |
|
|---|
| Soroti Kasus RS Pakuwon, Dinkes Jabar Sebut Idealnya Setiap RS Punya Lebih dari Dua Dokter Kandungan |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/Aparat-Satuan-Polisi-Pamong-Praja-Satpol-PP-Kabupaten-Sumedang.jpg)