Meski Murah, Masyarakat Diimbau Tak Beli Rokok Ilegal, Satpol PP Sumedang Bilang Ini Tak Terjamin

Satpol PP Sumedang mengimbau masyarakat untuk tidak tergiur dengan harga murah rokok-rokok ilegal karena tidak terjamin kualitasnya dan merugikan

Penulis: Kiki Andriana | Editor: Darajat Arianto
TRIBUNJABAR.ID/IRVAN MAULANA
ILUSTRASI pemusnahan rokok ilegal. Satpol PP Sumedang mengimbau masyarakat untuk tidak tergiur dengan harga murah rokok-rokok ilegal karena tidak terjamin kualitasnya dan merugikan masyarakat 

Laporan Kontributor TribunJabar.id Sumedang, Kiki Andriana

TRIBUNJABAR.ID, SUMEDANG - Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Kasatpol PP) Kabupaten Sumedang, Syarif Effendi Bad'ar mengimbau masyarakat untuk tidak tergiur dengan harga murah rokok-rokok ilegal. 

Sebabnya, rokok ilegal mendatangkan kerugian bagi masyarakat dan negara. 

"Kami sampaiakan kepada masyarakat, agar menghindari barang-barang yang tanpa cukai karena ini merugikan masyarakat itu sendiri, tidak terjamin kualitasnya," kata Syarif saat diwawancara TribunJabar.id dalam Goverment Talk berjudul Penertiban Tembakau Ilegal di Kabupaten Sumedang, Senin (8/8/2022). 

Selain tak terjamin kualitasnya, keuangan negara bisa jebol karena kehilangan banyak pajak dari cukai rokok-rokok jenis tersebut. 

"Dan kita kehilangan pajak dari barang kena cukai (BKC) ilegal itu, apalagi ditambah barang-barang ilegal lain seperti minuman beralkohol," katanya. 

Baca juga: 8,5 Ribu Batang Rokok Ilegal di Majalengka Disita Satpol PP dan Bea Cukai Jabar

Tembakau ilegal dan legal, kata Syarief, memang tak memiliki perbedaan secara fisik tembakau

Yang membedakan ilegal dan legal adalah pita cukai yang disematkan pada kemasan tembakau itu. 

Ilegal atau legal produk tembakau berlaku pada saat tembakau dikemas dan dipasarkan. Proses penanamannya di berbagai tempat di Sumedang, semuanya legal. 

Halaman
123
Sumber: Tribun Jabar
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved