Orang Tak Sarapan Beresiko Terserang Penyakit Jantung Koroner? Berikut Kata Ahli Gizi

Sarapan penting dilakukan karena dalam jangka panjang menurut ahli gizi orang yang tak sarapan beresiko terkena penyakit jantung koroner

Editor: Siti Fatimah
freepik
Ilustrasi orang sarapan pagi 

Apabila seseorang memiliki jantung koroner, lanjutnya, lebih berisiko terhadap serangan jantung.

Selain itu, kebiasaan melewatkan sarapan akan memicu obesitas yang akan memicu munculnya penyakit-penyakit lainnya.

Tidak sarapan menjadikan maka tingkat lapar tinggi dan akan makan dengan kalap dalam porsi yang tidak terkontrol di siang atau malam harinya.

Selain itu, kecenderungan makanan yang dipilih adalah makanan cepat konsumsi yang tinggi lemak yang akan memicu diabetes, darah tinggi, serta serangan jantung.

Nasi goreng makarel, makanan yang cocok dijadikan menu sarapan pagi.
Nasi goreng makarel, makanan yang cocok dijadikan menu sarapan pagi. (Sajian Sedap)

Risiko lain adalah terkena kanker.

Sebab, dengan melewatkan sarapan akan menyebabkan keseimbangan metabolisme dalam tubuh.

Adanya gangguan metabolik dalam tubuh ini dapat menyebabkan tubuh berlebih atau kekurangan zat penting untuk kebutuhan sel tubuh sehingga meningkatkan risiko terkena kanker.

Berikutnya, melewatkan sarapan bisa menurunkan fungsi otak. Penurunan fungsi kognitif yang biasanya terjadi salah satunya demensia.

“Sarapan harus dipertahankan sebagai sebuah kebiasaan  dan juga diperbaiki karena dampaknya akan terasa dalam jangka panjang. Hal tersebut menjadian rentan terhadap masalah kesehatan yang berhubungan dengan penyakit tidak menular yang menjadi salah satu penyebab kematian tertinggi di dunia,” katanya.

Baca juga: Coba Yuk Mulai Besok Pagi, Makan Bubur Hitam Saat Sarapan Bisa Dapat Beragam Manfaat Buat Tubuh

Waktu ideal

Mirza menyampaikan penentuan jam waktu makan telah dikaji tidak hanya berdasarkan kebiasaan saja.

Namun, terdapat kajian ilmiah yang dilakukan berdasarkan jumlah energi yang digunakan (energy expenditure ) selama 24 jam seseorang melakukan kegiatan.

Energy expenditure akan meningkat kebutuhannya seiring berjalannya waktu.

Saat siang hingga sore biasanya meningkat dan akan menurun perlahan saat malah hari. Puncak kebutuhan energi berbeda-beda.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Jabar
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved