Orang Tak Sarapan Beresiko Terserang Penyakit Jantung Koroner? Berikut Kata Ahli Gizi

Sarapan penting dilakukan karena dalam jangka panjang menurut ahli gizi orang yang tak sarapan beresiko terkena penyakit jantung koroner

Editor: Siti Fatimah
freepik
Ilustrasi orang sarapan pagi 

Sebaliknya jika tidak sarapan maka fungsi kognitif otak berkurang.

“Glukosa dari karbohidrat menjadi energi bagi otak. Dengan sarapan otomatis membuat otak berfungsi dengan baik dan bagi anak-anak atau pelajar membantu meningkatkan kecerdasan memori mata pelajaran yang didapat,” katanya.

Baca juga: Biasa Jadi Menu Sarapan, Hindari 3 Makanan Ini saat Buat Nasi Goreng, Bisa Bikin Keracunan

Selain itu, sarapan juga mampu menjaga suasana hati atau mood.

Sarapan menjadi bahan energi yang membuat kondisi otak segar sehingga menjadikan mood bagus.

Sebaliknya jika berada dalam kondisi lapar menjadikan otak lelah dan memengaruhi mood saat belajar atau beraktivitas menjadi lesu ataupun mudah emosi.

Ia menyebutkan sarapan dapat mencegah penyakit maag.

Sebab, dengan sarapan lambung akan terisi makanan yang akan menetralisir asam lambung.

Apabila lambung kosong terlalu lama akan meningkatkan asam lambung dan jika ini terus dibiarkan akan memicu mual dan muntah.

Prof, Hardinsyah, Ketua Pergizi Pangan Indonesia (depan) dan Makharom, PDQC Manager PT Indofood CBP sukses Makmur Tbk. Divisi Noodle Cabang Bandung (belakang baju merah) memberikan edukasi tentang sarapans sehat kepada siswa sekolah dasar di SDN Mandiri 2, Jalan Djulaeha Karmita, Kota Cimahi, Sabtu (29/4/2017)
Prof, Hardinsyah, Ketua Pergizi Pangan Indonesia (depan) dan Makharom, PDQC Manager PT Indofood CBP sukses Makmur Tbk. Divisi Noodle Cabang Bandung (belakang baju merah) memberikan edukasi tentang sarapans sehat kepada siswa sekolah dasar di SDN Mandiri 2, Jalan Djulaeha Karmita, Kota Cimahi, Sabtu (29/4/2017) (TRIBUN NJABAR/NAZMI ABDRURRAHMAN)

Efek jangka panjang

Dosen Departemen Gizi Kesehatan FKKMK UGM ini kembali mengimbau masyarakat untuk tidak melewatkan sarapan pagi.

Sebab, tidak hanya berpengaruh pada tubuh dan otak dalam jangka pendek, tetapi ada ancaman jangka panjang yang mengintai jika terlalu sering mengabaikan sarapan.

Mirza mengatakan orang yang sering melewatkan sarapan lebih berisiko terkena penyakit jantung koroner.

Dari riset terdahulu disebutkan bahwa orang dalam rentang usia 45-82 tahun yang melewatkan sarapan berisiko lebih tinggi terkena jantung koroner.

“Riset ini sudah berlangsung selama 16 tahun sehingga menunjukkan jika risiko tersebut tidak main-main,” katanya.

Baca juga: Cocokkah Pisang untuk Sarapan? Ternyata Ada Efek Negatifnya yang Perlu Anda Tahu

Halaman
1234
Sumber: Tribun Jabar
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved