Ascariasis Masih Jadi Penyakit Endemis di Jabar, IDI Ingatkan Risiko pada Balita
IDI mengingatkan bahwa ascariasis atau penyakit cacingan masih menjadi masalah kesehatan masyarakat
Penulis: Nappisah | Editor: Siti Fatimah
Laporan Wartawan Tribun Jabar, Nappisah
TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Jawa Barat mengingatkan bahwa ascariasis atau penyakit cacingan masih menjadi masalah kesehatan masyarakat yang cukup serius di Provinsi Jawa Barat.
Ketua IDI Jabar, dr. Muhammad Luthfi, menyebut sekitar 30 persen wilayah di Jawa Barat masih masuk kategori endemis penyakit yang disebabkan oleh cacing gelang (Ascariasis lumbricoides).
“Ini kan permasalahan kesehatan masyarakat, ya sebetulnya. Kalau penyakit ascariasis itu kan endemis di Jawa Barat. Sekitar lebih dari 30 persen daerah di Jawa Barat itu masih endemis terhadap ascariasis,” ujar Luthfi saat dihubungi, Jumat (22/8/2025).
Baca juga: Balita di Sukabumi Tewas Akibat Cacingan, IDI Jabar Kritik Lemahnya Pengawasan Puskesmas & Posyandu
Diketahui, kasus balita empat tahun asal Kabupaten Sukabumi, yang meninggal akibat infeksi cacing.
Menurutnya, penyakit ini sangat rentan dialami balita, terutama mereka yang tinggal di lingkungan dengan sanitasi buruk.
“Ya, kalau menurut saya itu kan dari pemeriksaan dokternya ya, sudah terbukti ya bahwa itu memang dari cacing, ascariasis. Jadi secara diagnosis sebetulnya sesuai dengan pemeriksaan yang dilakukan oleh dokter di sana,” jelasnya.
Ascariasis ditularkan dari kotoran manusia yang mencemari makanan atau tanah.
Baca juga: Cacingan Pada Anak Mustahil Sembuh Tanpa Obat, Cacing Bisa Hidup 2 Tahun di Tubuh, Apa Obatnya?
Balita menjadi kelompok paling rentan karena sistem kekebalan tubuh mereka belum optimal.
“Ya, sebetulnya masyarakat harus menerapkan pola hidup bersih dan sehat. Itu kalau penularannya dari kotoran ke manusia yang kemakan gitu,” kata dia.
Ia menekankan pentingnya pencegahan dengan menjaga kebersihan lingkungan.
Anak-anak, menurutnya, sebaiknya tidak bermain di tanah yang berpotensi tercemar, apalagi tanpa alas kaki.
“Jadi idealnya sih tidak boleh ya main di situ (lingkungan kotor). Apalagi tidak menggunakan alas kaki, mainan tanah, itu penuh kotoran,” ungkapnya.
Kasus yang menimpa Raya, kata dr. Luthfi, menjadi pengingat bahwa ancaman penyakit endemis seperti ascariasis belum berakhir di Jawa Barat.
Menurutnya, edukasi mengenai pola hidup bersih dan sehat serta perbaikan sanitasi dasar masih harus digencarkan agar kasus serupa bisa dicegah.
| Tribun Jabar Bersilaturahmi ke Diskominfo Indramayu, Sepakat Lanjutkan Kolaborasi |
|
|---|
| Kopjas BLM Kolaborasi dengan BPR Indramayu Jabar Salurkan Kredit bagi Pensiunan ASN dan TNI/Polri |
|
|---|
| bank bjb Dukung Pertumbuhan Pedagang Lewat Program bjb Sambang Pasar |
|
|---|
| Pertamina Patra Niaga Regional JBB Beri Bantuan Warga Terdampak Bencana Longsor di Desa Pasirlangu |
|
|---|
| Pertamina Patra Niaga Regional JBB Perkuat Mitigasi Bencana lewat Penanaman 1.300 Pohon Saninten |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/Cegah-kasus-Raya-tak-terulang-KPAI-dorong-RUU-Pengasuhan-Anak.jpg)