PPKM Level 3, Objek Wisata di Bandung Barat Tetap Buka, Tapi Harus Patuhi Aturan Ini

Saat PPKM Level 3 objek wisata di Bandung Barat diperbolehkan beroperasi.

Penulis: Hilman Kamaludin | Editor: taufik ismail
Tribun Jabar/Hilman Kamaludin
Polisi saat menerapkan rekayasa arus lalu lintas di kawasan objek wisata Lembang, Kabupaten Bandung Barat, Minggu (6/2/2022). 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Hilman Kamaludin

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG BARAT - Semua objek wisata di Kabupaten Bandung Barat (KBB) dipastikan tidak akan ditutup selama Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 3 se-Bandung Raya.

Kendati demikian, ada beberapa aturan yang harus dipatuhi oleh pengelola objek wisata untuk mencegah penyebaran Covid-19, terutama terkait pembatasan bagi pengunjung.

Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) KBB, Heri Partomo mengatakan, selama PPKM Level 3 ini objek wisata tetap dibuka, tapi ada pembatasan pengunjung sebesar 25 persen dan harus menerapkan aplikasi PeduliLindungi.

"Jadi pengunjung yang boleh masuk itu hanya yang statusnya hijau. Kalau belum ada aplikasi PeduliLindungi, harus menunjukan sertifikat vaksinasi," ujarnya saat dihubungi melalui sambungan telepon, Selasa (8/2/2022).

Ia mengatakan, pengunjung yang boleh masuk ke objek wisata selama PPKM Level 3 ini, minimal sudah vaksinasi dosis I, sehingga aplikasi PeduliLindungi tetap harus digunakan di semua objek wisata.

Terkait hal ini, pihaknya sudah memberikan informasi kepada semua pengelola objek wisata, dan nantinya terkait aturan dalam PPKM Level 3 ini akan ditindaklanjuti dengan surat edaran dari Plt Bupati.

"Pak Plt Bupati belum mengeluarkan surat edaran, tapi ketika Inmendagri sudah keluar, kami sudah langsung share di grup pengelola objek wisata, dan hotel agar semuanya mengikuti aturan itu," kata Heri.

Selama PPKM Level 3 ini, pihaknya bersama Satgas Penanganan Covid-19 akan melakukan pengawasan di semua objek wisata agar mereka mematuhi aturan yang sudah dikeluarkan oleh pemerintah.

Sementara jika objek wisata itu melanggar aturan, seperti melebihi kapasitas pengunjung yang sudbah ditentukan, pihaknya tak segan akan memberikan sanksi tegas.

"Tapi, kita akan tegur dulu sampai sejauh mana dan seperti apa pelanggarannya karena kita juga tidak bisa seenaknya, kecuali kalau sudah jelas seperti yang terjadi di Subang," ucapnya.

Sedangkan jika pelanggarannya masih dalam kategori wajar, pihaknya masih bisa memberikan toleransi dan hanya akan diberikan teguran supaya tidak sampai mengulangi pelanggaran yang sama.

"Tapi mereka juga pasti menaati aturan karena mereka juga gak mau kalau sampai ditutup. Jadi, kalau penuh jangan memaksakan, bisa disarankan ke tempat wisata lain dulu atau ke mana," ujar Heri. 

Baca juga: Aturan PPKM Level 3 di Bandung Raya untuk Pasar Tradisional, Toko Kelontong, Bengkel, Cek Operasinya

Sumber: Tribun Jabar
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved