Anak Bandung Dibuang di Banyumas

Penabrak Handi dan Salsabila Berusaha Bohong kata Jenderal Andika, Seharusnya Bisa Dihukum Mati

Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa mengatakan kalau Kolonel P atau Kolonel Infanteri Priyanto berusaha berbohong soal kecelakaan di Nagreg

Editor: Ravianto
ist/tribunbanyumas
Kolonel Infanteri Priyanto, oknum TNI AD yang memerintahkan membuang Handi dan Salsabila ke Sungai Serayu. 

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa mengatakan kalau Kolonel P atau Kolonel Infanteri Priyanto berusaha berbohong soal kecelakaan di Nagreg dan kemudian membuang Handi Saputra dan Salsabila ke Sungai Serayu, 8 Desember 2021.

Kolonel Inf Priyanto merupakan oknum TNI AD dengan pangkat tertinggi yang ada di dalam mobil penabrak Handi dan Salsabila.

Selain Kolonel P, dua orang lain berpangkat Kopral Dua dan Kopral Satu.

Ketiganya menabrak Handi dan Salsabila dan dibuang ke Sungai Serayu, Cilacap, Jawa Tengah.

Andika telah memerintahkan penyidik TNI dan TNI AD serta Oditur Jenderal TNI untuk melakukan proses hukum terhadap tiga oknum TNI AD yang terlibat.

Berikut kata Panglima TNI terkait kasus kecelakaan sejoli sebagaimana dirangkum Tribunnews.com:

Kolonel P Berusaha Berbohong

Jenderal Andika Perkasa mengungkapkan, ada usaha berbohong yang dilakukan oleh oknum TNI Kolonel P terkait kasus tabrak lari di Nagreg.

Ia menjelaskan, usaha berbohong tersebut dilakukan ketika pemeriksaan awal di satuannya terkait kasus tersebut.

"Ini kan kita periksa sejak awal, kalau Kolonel P awal kita periksa setelah kita dapat info dari Polresta Bandung, kita lakukan pemeriksaan di satuannya di Gorontalo."

"Nah itu sudah mulai ada usaha-usaha untuk berbohong," ujarnya di Kantor Kementerian Komunikasi dan Informatika Jakarta, Selasa (28/12/2021), seperti diberitakan Tribunnews.com.

Namun demikian, kata Andika, setelah dikonfirmasi dari dua saksi lainnya perlahan kebohongan tersebut terungkap.

3 Oknum TNI AD Dituntut Penjara Seumur Hidup

Andika Perkasa menegaskan, pihaknya menginginkan agar ketiga oknum TNI AD yang terlibat menjalani hukuman seumur hidup.

Halaman
123
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved