Sosok S Anak Tersangka yang Dirayu dan Ditiduri Iptu Idgn Kapolsek Parimo, Kini Trauma dan Malu
Kapolsek Parigi Moutong (Parimo), Iptu Idgn diduga melakukan asusila dengan meniduri korban S (20) di hotel dengan menjanjikan membebaskan ayah korban
Penulis: Hilda Rubiah | Editor: Widia Lestari
S masih berusia 20 tahun. Ia bertemu Kapolsek Iptu Idgn saat mengunjungi sang ayah bersama ibunya di Polsek Parimo.

Baca juga: Sosok Polisi yang Ajak Tidur Anak Tahanan, Kapolsek Berpangkat Ipda, Terancam Hukuman Pidana Berat?
Sejak menjenguk sang ayah, diduga S kerap mendapatkan chat mesra dari Iptu Idgn, Kapolsek Parimo, oknum pimpinan polisi yang menahan ayahnya.
Tak hanya chat mesra, menurut pengakuan S, ia juga dirayu berkali-kali oleh Iptu Idgn.
Ia dirayu dengan iming-iming atau dijanjikan sang ayah yang menjadi tersangka di tahan akan dibebaskan.
S mengaku Iptu Idgn mengajak tidur dengan tawaran memberi uang dan menjanjikan ayah tersangka dibebaskan.
Karena terus dirayu, perempuan yang masih berumur muda itu pun tak tega melihat ayah terus ditahan.
S awalnya tidak termakan oleh rayuan Kapolsek tersebut, namun karena terus dirayu ia pun meladeninya.
S mengaku Iptu Idgn terus membujuknya dengan janji ayahnya selaku tersangka akan dibebaskan, hampir 3 pekan berturut-turut.
"(Iptu IDGN janji) mengeluarkan Papa, membebaskan Papa. Terus rayuannya begitu terus dia bilang. Selama 2 minggu sampai 3 minggu dia merayu terus," ungkap S.
S yang prihatin dengan kondisi ayahnya yang ditahan termakan rayuan Iptu IDGN. S setuju untuk bertemu dengan Iptu IDGN di salah satu hotel.

Namun, belum sampai menepati janjinya, Kapolsek Parimo itu malah kembali mengajak S.
Dari kasus tersebut, S diduga korban Iptu Idgn yang memanfaatkan jabatannya untuk membebaskan ayah S.
Kini, setelah S melaporkan kejadian tercela Iptu Idgn, selain terduga, S juga diperiksa.
Polisi Propam berkoordinasi dengan P2TP2A Parigi Moutong untuk memeriksa S.
Baca juga: Daftar Polisi yang Dimutasi Sepekan Ini, dari Kapolsek Cabul sampai Aipda MP Ambarita
Korban S yang didampingi ibunya menjelaskan, peristiwa itu membuat dirinya trauma dan sangat malu.