Breaking News:

Penemuan Mayat di Subang

59 Hari Kasus Subang, Kumpulan Fakta Kejanggalan yang Tak Diekspos Polisi,Yosef Sering Mimpikan anak

Kejanggalan mulai dari fakta dan temuan polisi di TKP, termasuk motif perampasan nyawa ibu dan anak di Subang tersebut.

Tribun Jabar/Dwiky Maulana Vellayati
Polisi berpakaian biasa mendatangi lokasi kejadian perampasan nyawa ibu dan anak di Dusun Ciseuti, Desa Jalancagak, Kecamatan Jalancagak, Kabupaten Subang, Minggu (3/10/2021). 

TRIBUNJABAR.ID, SUBANG - Kasus perampasan nyawa ibu dan anak di Subang yang merenggut nyawa Tuti Suhartini (55) dan Amalia Mustika Ratu (23) memasuki hari ke-59.

Hampir dua bulan lalu, Tuti dan sang anak, Amalia, meninggal dunia secara tragis, jasadnya ditemukan di bagasi mobil Alphard (18/8/2021). Kasus Subang pun masih menyita perhatian publik.

Yosef merupakan suami dari Tuti Suhartini.

Dan Amalia merupakan putri Yosef serta Tuti.

Yosef mengakui, sampai saat ini ia terus memikirkan istri serta anaknya yang menjadi korban perampasan nyawa.

"Hampir setiap hari saya, tuh, terus mengingat sosok mereka berdua, istri saya, anak perempuan saya terutama. Tiap hari saya sampai melamun memikirkan mereka," ucap Yosef sambil menahan tangis saat ditanya wartawan, Jumat (15/10/2021).

Menurut Yosef, sosok manja dari Amalia Mustika Ratu (23) terus terpikir olehnya.

Bahkan, Yosef pun sempat memimpikan anaknya.

"Saya saat sedang terbaring di sofa, suka memikirkan anak saya Amalia, saya tidak menyangka sampai dengan saat ini sudah ditinggalkan mereka berdua," akunya.

Yosef pun berharap, agar kasus perampasan nyawa yang menimpa istri serta anaknya tersebut tidak berlarut-larut dan secepatnya terungkap oleh pihak kepolisian.

"Jelas, harapan saya masih tidak berubah semoga pelakunya cepat terungkap saja," ujarnya.

Baca juga: Pengakuan Terbaru Yosef, Mengaku Tak Pernah Lakukan Ini Pada Korban Kasus Subang

Selama kasus Subang itu ditangani, sejumlah fakta kejanggalan muncul dari kasus Subang tersebut.

Mulai dari fakta dan temuan polisi di TKP, termasuk motif perampasan nyawa ibu dan anak di Subang tersebut.

Tak dipungkiri karena menyita perhatian publik, kasus Subang itu juga kerap dicurigai publik karena adanya motif keluarga.

Kecurigaan ini bermula dari dugaan awal kepolisian mengindentifikasi pelaku rajapati itu merupakan orang terdekat.

Dugaan tersebut terkuak dari sejumlah fakta dan kejanggalan beberapa temuan polisi di TKP.

Berikut ini Tribunjabar.id himpun fakta-fakta dan kejanggalan kasus Subang.

Kronologi Semu

Selama penyidikan kasus Subang berlangsung maka belum ada kronologi secara detail dari polisi terkait kronologi kejadian penemuan mayat di Subang, Tuti dan Amalia.

Namun, kronologi pun didapat dari sejumlah para saksi yang keterangannya pun berbeda-beda perspektif sehingga masih semu.

Namun, diketahui saksi pertama yang berada di TKP adalah suami sekaligus ayah dari kedua korban, Yosef.

Baca juga: Tak Hanya Keluarga, Sosok Ini Juga Greget Kasus Subang Belum Juga Terungkap

Yosef memberikan kesaksian, sebelum malam pembunuhan, dirinya berada di rumah istri muda.

Pagi hari Yoris ke rumah Tuti mengendarai sepeda motor Scoopy. Ia mengaku tak menggunakan mobil karena tidak bisa menyetir.

Saat tiba di rumah Tuti, Yosef terkejut mendapati rumah istri pertamanya itu dalam keadaan berantakan.

Ia juga mengaku pada awalnya tak mengetahui jasad istri dan anaknya berada di dalam bagasi.

Dari pengakuan Yosef, hanya Tuti satu-satunya pemegang kunci rumah.

Yosef juga sempat mengatakan ada kerabatnya yang punya akses masuk ke dalam rumah itu hingga mengarah kepada Danu.

Polisi berpakaian biasa mendatangi lokasi kejadian perampasan nyawa ibu dan anak di Dusun Ciseuti, Desa Jalancagak, Kecamatan Jalancagak, Kabupaten Subang, Minggu (3/10/2021).
Polisi berpakaian biasa mendatangi lokasi kejadian perampasan nyawa ibu dan anak di Dusun Ciseuti, Desa Jalancagak, Kecamatan Jalancagak, Kabupaten Subang, Minggu (3/10/2021). (Tribun Jabar/Dwiky Maulana Vellayati)

Danu yang juga menjadi saksi itu pun sempat membantah pernyataan Yosef tersebut.

Danu yang masih berkerabat itu mengaku ia bisa masuk ke rumah hanya jika diizinkan dan diperlukan.

Kendati begitu keterangan dikonfrontir dengan keterangan saksi lainnya, yakni Yoris, anak tertua dari Yosef dan korban Tuti.

Dari pengakuan Yoris, kunci rumah diletakkan di tempat rahasia, hanya beberapa keluarga yang mengetahui.

Jasad korban Dimandikan

Masih dari temuan polisi di TKP, kejanggalan juga ada pada jasad kedua korban yang dalam keadaan telanjang.

Saat ditemukan dalam bagasi mobil, Tuti dan Amalia sudah tak bernyawa dan ditemukan menumpuk.

Dari jejak di TKP, diduga jasad korban dimandikan terlebih dahulu hingga diseret dari pintu belakang ke garasi.

Baca juga: Update Kasus Subang, Petunjuk Baru Sudah di Tangan Polisi, Berisi Data Transaksi Amalia dari 2019

Karena hal tersebut, polisi pun mendalami tujuan pelaku rajapati tersebut melakuan tindakan tersebut.

Temuan di TKP

Hal yang mendasari polisi menduga pelaku rajapati Tuti dan Amalia adalah orang terdekat karena temuan di TKP tidak ada tanda masuk ke rumah secara paksa.

Dari temuan tersebut kejanggalan pun terlihat dari, tidak ada sidik jari pada tubuh kedua korban.

Namun, polisi menemukan dua jejak kaki berbeda di lokasi TKP.

Selain itu kejanggalan pun mengarah pada motif perampasan nyawa berencana.

Setelah diperiksa di TKP jika kejadian perampokan sementara polisi tidak menemukan adanya harta benda yang hilang.

Dari temuan itu, tidak ada barang yang hilang, kecuali handphone milik korban Amalia Mustika Ratu.

Adapun diketahui dari keterangan sang kakak Amalia, Yoris, ponsel Amalia yang hilang itu tiga jenis.

Baca juga: Kuasa Hukum Yosef Ancam Laporkan Youtuber yang Bikin Konten Kasus Subang, Termasuk Konten Mistis

Di antaranya Iphone 11, IPod dan satu handphone merek Samsung.

Sementara harta benda berharga seperti uang 30 juta dan ATM masih utuh berada di rumah TKP

Autopsi Ulang

Pada pemeriksaan awal, kedua jasad korban Tuti dan Amalia sempat diautopsi untuk mengetahui penyebab kematian ibu dan anak tersebut.

Namun, tim forensik kembali melakukan autopsi ulang setelah hampir sebulan dari autopsi pertama.

Kabid Humas Polda Jabar Kombes Pol Erdi A Chaniago mengatakan, tujuan dilakukan autopsi ulang untuk memastikan temuan baru tim penyidik.

Dalam proses autopsi tersebut, tim forensik menelisik dan memastikan luka pada korban, dan penyebab kematian.

Dari autopsi ini juga kata Erdi, dapat diketahui apakah korban sempat melakukan perlawanan atau tidak dan waktu kematian korban.

Lebih dari itu, temuan baru polisi mengarah ke barang bukti benda atau alat yang digunakan pelaku rajapati saat mengeksekusi korban.

Artinya tim forensik mencari tahu petunjuk baru dari alat yang digunakan pelaku rajapati saat mengeksekusi korban.

Baca juga: Kasus Perampasan Nyawa Ibu dan Anak di Subang Masih Misteri, Yayasan Milik Yosef Terbengkalai

Tim forensik memastikan apakah alat tersebut berasal dari benda tumpul atau benda tajam.

Dari pemeriksaan awal sebelumnya pernah dijalaskan, dugaan polisi alat yang digunakan pelaku mengeksekusi korban benda tumpul.

Benda tersebut adalah papan penggilasan untuk mencuci pakaian.

Hal ini diungkap oleh Kapolres Subang AKBP Sumarni.

Saat itu ia menjelaskan dugaan korban meninggal dunia akibat dipukul menggunakan papan penggilasan untuk mencuci baju.

Adapun papan penggilasan yang diduga untuk mengeksekusi korban itu terbuat dari kayu.

Dugaan itu diambil dari temuan di TKP petugas menemukan papan penggilasan tersebut sudah berlumuran darah.

Tenda plastik terpasang di makam Tuti Suhartini dan Amalia Mustika Ratu. Polisi melakukan autopsi ulang terhadap kedua korban kasus Subang.
Tenda plastik terpasang di makam Tuti Suhartini dan Amalia Mustika Ratu. Polisi melakukan autopsi ulang terhadap kedua korban kasus Subang. (Tribun Jabar/Dwiki MV)

Kendati begitu, kini hasil autopsi ulang dilakukan tim forensik hingga melibatkan ahli forensi Dokter Hastry itu kali ini tak diungkap untuk publik.

Danu Diminta Membantu di TKP

Sebelumnya, Danu sempat dicurigai karena disebut-sebut DNA-nya berada di TKP.

Mulai ditemukan di puntung rokok hingga jejak Danu yang ada di mobil Alphard, tempat Tuti dan Amalia ditemukan.

Bahkan pada saat polisi melakukan olah TKP, anjing pelacak menggonggong kepadanya.

Namun, belakangan baru diungkap Danu mengaku sempat membantu polisi di TKP, sehari setelah kejadian pada 19 Agustus 2021.

Danu mengaku diminta membantu polisi mulai dari memasang lampu di TKP hingga menguras kamar mandi TKP.

Kendati begitu, aksi Danu membantu polisi itu pun dinilai berisiko oleh publik karena terkait DNA miliknya yang berada di TKP.

Danu yang selama ini tak banyak bicara tiba-tiba membeberkan penyebab DNA miliknya ada di TKP, lewat tayangan kanal Youtube Misteri Mbak Suci.

Setelah para saksi memberikan keterangannya kini Danu kembali memberikan pengakuan mengejutkan.

Baca juga: Pihak Yosef Melawan, Ancam Laporkan Youtuber yang Buat Konten Menyudutkannya Dalam Kasus Subang

Pemuda 21 tahun asal Subang itu menceritakan kronologi saat ia membantu polisi di TKP tersebut.

Awalnya Danu diminta membantu untuk membeli lampu guna menerangi TKP di malam hari.

Pada saat itu suasana pun hujan hingga Danu pun melipir bersama dengan beberapa orang polisi.

Diakui Danu setelah polisi kembali masuk ke dalam TKP di sana ia menyempatkan merokok.

Sayangnya, dengan polos ia mengaku tak berpikir puntung rokok yang ia buang menjadi barang temuan lain.

Sementara itu, fakta menurut Danu, puntung rokok tersebut menjadi salah satu temuan polisi di TKP sehari setelah kejadian.

Soal temuan jejaknya yang ada di mobil, Danu pun menjelaskan dirinya tak sadar karena hanya mengikuti polisi kala itu.

Hal lainnya yang dilakukan Danu saat membantu polisi yaitu membersihkan kamar mandi.

Sementara itu, kamar mandi tersebut merupakan TKP di mana dua korban dimandikan setelah dihabisi.

Danu menjelaskan saat itu ia diminta untuk menguras air di kamar mandi tersebut.

Danu ungkap merasa tertekan setelah tertuduh menceritakan pernah di pandang sinis
Danu ungkap merasa tertekan setelah tertuduh menceritakan pernah di pandang sinis (Tangkap Layar Kanal Youtube Misteri Mbak Suci)

Namun diakui Danu, saat membersihkan kamar mandi tersebut ia didampingi kepolisian.

Ia pun menjelaskan, perihal ia mengikuti membantu polisi tak hanya dilakukannya sendiri.

Danu mengungkapkan beberapa teman dan kerabatnya juga ikut membantu kepolisian.

Kendati begitu, kini publik menilai aksi Danu membantu polisi tersebut dinilai berisiko.

Bahkan temuan polisi di TKP terkait DNA merupakan bukti saintifik sehingga bisa memberatkan Danu.

Kini Danu baru mengungkapkan dirinya sempat merokok membuang puntung rokok yang disebut jadi temuan polisi sehari setelah kejadian.

Sebelumnya Danu juga sempat mengaku sehari sebelum kejadian dirinya pun memang sempat singgah di rumah korban.

Sementara Danu mengaku sehari setelah penemuan mayat di Subang itu ia sempat ikut membantu polisi.

Oleh karena itu DNA atau jejak Danu berada di TKP hingga anjing pelacak menggonggong ke arahnya.

Sementara itu anjing pelacak baru diterjunkan sepekan setelah kejadian tepatnya pada 30 Agustus 2021.

Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved