Breaking News:

Tiket Masuk Objek Wisata Jadi Tolok Ukur Pemkab Pangandaran untuk Menghitung Jumlah Pengunjung

Kusdiana memaparkan, untuk mengecek berapa jumlah pengunjung yang masuk, pihaknya mengukur dari tiket kendaraan yang masuk ke objek wisata.

Penulis: Padna | Editor: Seli Andina Miranti
Tribun Jabar/ Padna
Objek wisata pantai barat Pangandaran dan harga tiket masuk 

Laporan Kontributor Tribunjabar.id Pangandaran, Padna

TRIBUNJABAR.ID, PANGANDARAN - Di hari kedua uji coba dibukanya objek wisata di Kabupaten Pangandaran, pengunjung masih terhitung sedikit.

"Hari kedua suasana di pantai Karapyak, Pantai Pangandaran, Pantai Batu Hiu, Pantai Batu Karas, dan Pantai Madasari masih terlihat landai. Tapi, di Pangandaran siang ini (4/9/2021) sudah meningkat sekitar 6000 pengunjung," ujar Sekda Kabupaten Pangandaran Kusdiana di sela-sela monitoringnya di depan pintu pantai barat Pangandaran, Sabtu (4/9/2021) siang.

Kusdiana memaparkan, untuk mengecek berapa jumlah pengunjung yang masuk, pihaknya mengukur dari tiket kendaraan yang masuk ke objek wisata.

"Tiket itu merupakan bukti yang legal. Bersama Dishub, untuk mobil sedan kita anggap hitung ada 4 orang dan bus 40 penumpang," katanya.

Baca juga: Uji Coba Pembukaan Objek Wisata di Pangandaran, Tugas Balawisata Bertambah, Harus Ingatkan Prokes

Kemudian, lanjutnya, seterusnya tinggal dikalikan berapa jumlah kendaraan yang masuk. Jadi, kuncinya di pintu masuk atau di tiketnya.

"Saya kira bisa dilihat dari tiket yang masuk Wisata kemudian dikaitkan dengan jumlah wilayah dan tingkat kunjungan yang tertinggi. Seperti di pantai Pangandaran kan paling tinggi sekitar 10 ribu," ucapnya.

Kusdiana menambahkan, untuk soal resiko membuka objek wisata di saat PPKM Level 3, itu sudah atas dasar beberapa pertimbangan.

"Karena soal level, pak Bupati dan pak gubernur sudah bertemu, terus Kami dan Frokopimda juga sudah rapat sebelumnya. Terus ditambah, Kami juga sudah meminta izin pada saat pak Presiden memberikan arahan di Kuningan."

"Dan mereka memberikan arahan, untuk silakan (objek wisata) dibuka tetapi secara bertahap," kata Ia.

Menurutnya, untuk tingkat resiko objek wisata dibuka disaat PPKM level 3, prokes di Pangandaran juga harus ketat.

Baca juga: Objek Wisata di Pangandaran Sudah Dibuka Mulai Kemarin, Masih Tahap Uji Coba, Begini Ketentuannya

"Prokes di Kita juga harus ketat, pelaku usaha wisata juga harus semua divaksin. Yang artinya ini merupakan, satu filter yang kita buat supaya mereka taat (aturan prokes Covid-19)," ucap Kusdiana. *

Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved