Kamp Pengungsian Suriah Tampung Korban Perang, Butuh Dua Tahun untuk Bisa Masuk ke Idlib

ANGGARA Budhi Pratama (32) merasa waswas sekaligus senang ketika Lembaga Kemanusiaan Explore menugaskannya meninjau kamp pengungsian suriah di perbata

Foto Explore
ANGGARA Budhi Pratama dan Adhin Abdul Hakim berfoto dengan korban perang di kamp pengungsian di Idlib, Suriah. 

ANGGARA Budhi Pratama (32) merasa waswas sekaligus senang ketika Lembaga Kemanusiaan Explore menugaskannya meninjau kamp pengungsian suriah di perbatasan Suriah dan Turki. Kampa tersebut menampung korban perang. 

Tidak hanya meninjau, Angga, panggilan Anggara, juga menyerahkan bantuan donatur yang berhasil dihimpun lembaga kemanusiaan Explore.

Angga meninjau pengungsian pada Januari 2021. Sebelum bisa terbang ke Suriah lewat Turki, dia harus menunggu lama untuk mendapatkan izin.

ANGGARA Budhi Pratama saat memberikan bantuan di Idlib, Suriah.
ANGGARA Budhi Pratama saat memberikan bantuan di Idlib, Suriah. (Foto Explore)

Explore berhasil mengirimkan bantuan melalui skrining yang harus dilakukan.

Skrining itu dilakukan mitra yang kerja sama dengan Explore. Mereka adalah İnsani Yardım Vakfı (IHH).

"Mereka adalah lembaga kemanusiaan yang legal dan diketahui oleh pemerintah Turki" kata Angga saat berkunjung ke Graha Tribun Jabar, baru-baru ini.

Menurut Angga, Explore butuh waktu dua tahun untuk bisa memberikan bantuan secara langsung kepada pengungsi di kawasan Suriah, perbatasan Turki

"Kami dua tahun ke belakang itu ingin memastikan bahwa kalau pun harus masuk ke dalam (kamp pengungsian) semuanya legal," kata Angga.

Baca juga: Polres Karawang Amankan 11 Anggota Geng Motor, Diduga Akan Tawuran, Konsumsi Obat Terlarang

Kamp-kamp pengungsian yang mendapat bantuan dari donatur Explore adalah kamp pengungsian di Azaz dan Idlib.

Pada kunjungan tersebut, Angga bersama tim memberikan bantuan berupa batu bara. Batu bara dipilih karena saat itu sedang musim dingin.

"Mereka sangat membutuhkan batu bara untuk perapian. Jadi kami memberikan batu bara kapada mereka," katanya.

Angga pergi ke kamp pengungsian bersama tim, yang terdiri dari Angga, Adhin Abdul Hakim, dan kameraman Taufik Umar.

Di sana mereka berkunjung ke beberapa kamp, terutama di Idlib.

Mereka pun tadinya akan berangkat ke Azaz. Namun karena waktunya tidak pas, mereka pun mengurungkan kepergiannya ke sana.

Baca juga: Kades di Garut yang Kabur karena Terjerat Kasus Korupsi Ternyata Pendatang, Warga Merasa Kecewa

"Saat itu ada jadwal kegiatan di Idlib," kata Angga.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jabar
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved