Kades di Garut yang Kabur karena Terjerat Kasus Korupsi Ternyata Pendatang, Warga Merasa Kecewa

Warga Desa Karyajaya mengungkapkan kekecewaan terhadap kepala desa di desanya yang terjerat kasus korupsi.

Penulis: Sidqi Al Ghifari | Editor: Giri
Istimewa
Ilustrasi korupsi. Warga Desa Karyajaya Garut kecewa karena kepala desanya terlibat kasus korupsi dan kabur. 

Laporan Kontributor Tribunjabar.id Garut, Sidqi Al Ghifari

TRIBUNJABAR.ID, GARUT - Warga Desa Karyajaya mengungkapkan kekecewaan terhadap kepala desa di desanya yang terjerat kasus korupsi.

Hal tersebut diungkapkan Aja Supaja (58) warga Kampung Waspada yang juga bertetangga dengan sang kades.

Ia merasa kecewa atas perbuatan yang dilakukan sang kades.

"Jelas kecewa, kami setiap hari hidup kekurangan sementara dia yang kami percaya melakukan korupsi," ucapnya, Minggu (18/4/2021).

Aja hanya pasrah dan menyerahkan proses hukum kepada pihak yang berwajib agar segera mengadili terdakwa.

"Pasrah saja meski dalam hati ada kekesalan. Silakan Pak Polisi kejar sampai dapat adili seadil-adilnya," katanya.

Baca juga: Gempa Bumi Baru Saja Terjadi, Ambon Diguncang Gempa Magnitudo 3,7

Baca juga: Videonya Viral, Anggota TNI Meninggal Dunia Setelah dikeroyok di Jalan Falatehan Jakarta Selatan

Baca juga: Kisah Cecep Pemuda Garut, Rela Terbang ke Kalimantan demi Nikahi Janda 53 Tahun yang Dikenal di FB

Janji kampanye yang diucapkan saat menjadi calon kades di Desa Karyajaya tahun 2015, menurut Aja, hanya janji saja tanpa pembuktian.

"Datang ke sini sebagai pendatang, mencalonkan jadi kades janjinya mau membangun desa tapi buktinya bohong tanpa bukti," kata Aja.

Menurutnya jalan menuju kampungnya juga bukan dibangun dari dana desa melainkan dari swadaya masyarakat sekitar.

"Itu jalan yang hanya masuk satu motor ke sini, dibangun swadaya gotong royong warga," ucapnya.

Hal serupa diungkapkan oleh Sri Asih (48) warga Desa Karyajaya. Dia terkejut kasus sang kades belum selesai.

"Dikira sudah selesai, kasusnya tahun lalu kan terus saya liat berita ramai lagi. Katanya kabur bersama istrinya. Semoga cepat ketangkap, dihukum setimpal," ujarnya.

Baca juga: Satu Rumah di Garut Rata dengan Tanah Dilalap si Jago Merah Saat Pemiliknya Salat Tarawih

Baca juga: Hasil Liga Italia, Inter Milan Ditahan Napoli di Stadion Diego Armando Maradona

Eri Susanto terlibat kasus korupsi pada tahun 2017, yakni menggunakan anggaran dana desa mencapai Rp 400 juta untuk kepentingan pribadi, termasuk untuk menghidupi kedua istrinya.

Eri kemudian resmi menjadi tahanan Kejaksaan Negeri Garut pada Maret 2020.

Setahun berselang ia menjalani persidangan di Pengadilan Tinggi Tipikor Bandung.

Namun selama menjalani proses hukumnya, Eri tidak pernah menghadiri persidangan sehingga majelis hakim menetapkan dia bersalah.

Saat didatangi rumahnya, ternyata dia sudah tidak ada lagi. (*)

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved