Breaking News:

Pemprov Jabar Datangkan Test Kit Corona dari Korea Selatan, Prioritas yang Berpotensi Tertular

Test kit pendeteksi virus corona Covid-19 dengan jumlah lebih banyak segera didatangkan Pemprov Jabar

Penulis: Muhamad Syarif Abdussalam | Editor: Ichsan
istimewa/Humas Jabar
Menteri Dalam Negeri RI Tito Karnavian didampingi Gubernur Jabar Ridwan Kamil meninjau Jabar Command Center dan melakukan konferensi pers di Gedung Sate, Kota Bandung, Rabu (18/3/2020). 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Syarif Abdussalam

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Test kit pendeteksi virus corona Covid-19 dengan jumlah lebih banyak segera didatangkan Pemprov Jabar dari Korea Selatan untuk melakukan tes kepada masyarakat yang berpotensi terinfeksi virus corona.

Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil mengatakan sebelumnya tes hanya dilakukan terhadap pasien dengan pengawasan (PDP) yang telah mengalami gejala dan riwayat kontak dengan pasien positif dan tempat terpaparnya virus corona.

Sedangkan, kata gubernur yang akrab disapa Emil tersebut, walaupun telah mengunjungi tempat terpapar virus corona dan bahkan sempat kontak dengan pasien positif corona, jika orang tersebut tidak menunjukkan gejala klinis seperti flu dan sesak napas, tidak akan menjalani tes, cukup karantina di rumah masing-masing.

Padahal, kata Emil, banyak warga yang tidak memiliki gejala pilek dan sesak napas, tetapi punya riwayat kontak dengan pasien positif, ternyata dinyatakan positif terinfeksi juga.

Hal tersebut terlihat dari upaya Pemprov Jabar yang melakukan tes kepada 300 orang sehat dan orang dalam pemantauan (ODP,) 5 di antaranya dinyatakan positif corona, di antaranya adalah Wali Kota Bogor Bima Arya.

Mulai Hari Ini Indonesia Larang Masuk Orang yang Datang dari 11 Negara Ini, dari China sampai Jerman

"Atas izin Wali Kota Bogor, Kang Bima Arya, hasil tesnya positif. Itu hasil tes cepat yang dilakukan sejak Sabtu. Ada 300 yang dites, 5 yang terpapar. salah satunya Wali Kota Bogor. Kang Bima Arya sudah mengisolasi diri di RSUD di daerah Bogor, sebelumnya 10 hari ada kedinasan di Turki dan Azerbaijan. Enam orang dites, tiga orang positif. semua rata-rata gejalanya tidak ada, terlihat sehat," kata Gubernur yang akrab disapa Emil ini di Gedung Sate, Jumat (20/3).

Emil mengatakan dengan hasil tes tersebut, terlihatlah jika virus ini beredar juga di orang-orang yang terlihat sehat dan tidak bergejala. Menandakan penjagaan jarak atau social distancing menjadi penting.

Emil mengatakan Pemprov Jabar sudah menggelontorkan dana Rp 48 miliar untuk penanganan Covid-19, setengahnya untuk membeli test kit, sambil menunggu kedatangan test kit dari pemerintah pusat.

"Pak Erick Thohir sudah ditelepon untuk mendahulukan Jabar yang punya penduduk 50 juta. Kita akan dahulukan ke zona Bogor, Bekasi, dan Depok, karena sebagian besar kan di sana. Seperti Bekasi yang langsung lompat sembilan kasus. Waspadanya lebih tinggi, lebih keras, lebih disiplin, karena episentrumnya di Jakarta, Jakarta tiap hari lompatannya puluhan," katanya.

Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved