Itenas Kondusif, Ini Alasan Yayasan Penaung Itenas Layangkan Gugatan ke PN Bandung

Pengelola Yayasan Pendidikan Dayang Sumbu (YPDS) yang menaungi Institut Teknologi Nasional (Itenas) Bandung ‎

Itenas Kondusif, Ini Alasan Yayasan Penaung Itenas Layangkan Gugatan ke PN Bandung
istimewa
Ilustrasi pengadilan 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Mega Nugraha Sukarna

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Pengelola Yayasan Pendidikan Dayang Sumbu (YPDS) yang menaungi Institut Teknologi Nasional (Itenas) Bandung ‎memastikan kampus di Jalan PHH Mustofa itu dalam situasi kondusif. Sekalipun, yayasan melayangkan gugatan ke Pengadilan Negeri Bandung dengan nomor perkara 398/Pdt.G/2018/PN Bdg.

Pihak yayasan mengklarifikasi pemberitaan soal gugatan ahli waris pendiri yayasan yakni Ir Mansoer Wiratmadja dan Darmawan HM ke ahli waris Ir Sutijati di Pengadilan Negeri Bandung.

"Bahwa aktivitas di Itenas tidak bergejolak, semuanya berjalan seperti biasa. Memang benar kami mengajukan gugatan perdata ke PN Bandung," ujar kuasa hukum yayasan, Makolin Sinaga saat ditemui di Jalan PHH Mustofa, Senin (12/8/2019).

Makolin mengatakan, yayasan didirikan oleh tiga pendiri yakni, Mansoer Wiratmadja selaku ketua, Sutjiati Bunarto selaku sekretaris dan Darmawan selaku bendahara dengan akta pendirian pada Desember 1972.

Saat itu, kata dia, ketiga pendiri itu atas nama dan menggunakan dana yayasan membeli sejumlah lahan di Jalan PHH Mustofa Nomor 23-25 untuk kepentingan pendidikan. Pembelian lahan itu kemudian disertifikatkan atas nama pendiri tersebut.

Kronologi Penemuan Daging Kurban Berlafaz Allah dan Jika di Balik Berlafaz Nabi Muhammad

‎"Sehubungan dengan program tax amnesty, peningkatan jenjang akreditasi dan kepastian hukum, keseluruhan lahan yang dibeli tiga pendiri atas nama yayasan namun masih atas nama pendiri itu, harus diubah menjadi Hak Guna Bangunan (HGB) atas nama YPDS," ujar Makolin.

‎Upaya peralihan dari sertifikat pribadi menjadi HGB atas nama yayasan pun sudah dilakukan. Caranya, kata dia, yayasan menghubungi setiap ahli waris tiga pendiri itu.

Menurutnya, hal itu dilakukan yayasan supaya memenuhi syarat administrasi dan mekanisme yang berlaku di Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kota Bandung.

"Para ahli waris almarhum Mansoer Wiratmadja dan almarhum Darmawan sudah mengikuti mekanisme yang berlaku di BPN Kota Bandung yakni dengan mengubah 30 sertifikat hak milik atas nama Mansoer Wiratmadja dan 12 sertifikat atas nama almarhum menjadi HGB (YPDS)," ujar Makolin.

Halaman
12
Penulis: Mega Nugraha
Editor: Ichsan
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved