Cerpen Kambali Zutas

Neng Cinta di Ladang Tebu

Rimbun ladang tebu menutup rapat. Neng Romlah berdiri di pematang luar kebun tebu milik Kiai.

Editor: Hermawan Aksan
ILustrasi Neng Cinta di Ladang Tebu 

"Setiap detik, bisikan syaitan selalu muncul. Selimut gumpalan kebencianku kepada Neng Siti. Meskipun saudara, tetapi entahlah. Aku tak sanggup membayangkan, ketika kau menikahinya. Dan aku bersamamu."

"Begitu juga denganku, maafkanlah. Aku sekarang mengerti. Aku begitu yakin hikmah di balik semua ini. Kau makin cantik dan pintar. Ilmu dari Kairo selama dua tahun benar-benar kaukuasai. Aku sangat beruntung. Dan yang terpenting, mengingatkanku tentang arti sebuah kesetiaan. Halal bagiku, tetapi sakit bagimu."

Kami saling berpandangan. Senyum Neng Romlah, kubalas. Lalu kami bergegas melepas petang yang telah mendera menjadi malam.

***

Sumber: Tribun Jabar
Halaman 4/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved