Teras
Sihir
SUARANYA amblas dan ia sempat mengurung diri.
Penulis: cep | Editor: Dicky Fadiar Djuhud
Ia memang sedang galau karena, menurutnya, banyak suara yang mendukungnya ke Jakarta. Manusia memang wajar mengalami kebimbangan.
Tapi jika politik dipahami sebagai jalan mengabdi pada warga, maka pertanyaan sejatinya diajukan pada nuraninya sendiri, apakah ia harus meninggalkan warganya yang telah memilihnya atau bertarung mengalahkan Ahok demi sebuah karier politik yang lebih mentereng.
Tapi itulah sihir. Bisa melemahkan daya nalar. Siapa pun bisa kena, tanpa pandang bulu. (*)
Naskah ini bisa dibaca di edisi cetak Tribun Jabar, Senin (29/2/2016). Ikuti berita-berita menarik lainnya melalui akun twitter: @tribunjabar dan fan page facebook: tribunjabaronline.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/cecep-burdansyah-ngopi-starbuck_20160201_083353.jpg)