Mesin AI dan Kerumunan

Kita sedang membicarakan satu entitas yang memiliki kecerdasan, yang kecerdasan bisa self improve, yang bisa mengalahkan kecerdasan manusia

Editor: Siti Fatimah
Tribunnews.com
DAHLAN DAHI - Ketua Komisi Digital dan Sustainability Dewan Pers Dahlan Dahi 

Internet Platform mengubah pondasi lebih dalam lagi.

Democratize tidak hanya di sisi produksi, tapi juga di sisi bisnis. Dengan pengeras suara di tangannya, semua orang bisa berdagang: berdagang citra (reputasi), berdagang kue, berdagang jasa (misalnya, menjadi tukang ojek online).

Bermunculan infrastruktur baru: server (tempat penyimpanan data, cloud), alat pembayaran online, security, dan seterusnya. Pedagang online bermunculan, membuat asosiasi.

Media baru bermunculan, berkumpul dalam asosiasi.

Di industri pers, misalnya, muncul 50 ribuan media baru –sesuatu yang mustahil sebelum Internet Platform bisa diakses publik.

Tapi, ada biayanya.

Mahal sekali.

Misinformasi, disinformasi, opini publik, demokrasi, tertib sosial.

Media dan bisnis tradisional tumbang, PHK di mana-mana.

Lembaga-lembaga sosial lama, bahkan institusi keagamaan, mendapatkan tantangan baru.

Ada yang pergi, ada yang datang.

 Ada yang tumbang, muncul yang baru.

AI System

Kita sedang mengarungi dunia baru, dunia yang diciptakan oleh Internet Platform, ketika teknologi AI bisa diakses publik melalui ChatGPT, November 2022.

AI System adalah power, kekuatan, yang karakternya berbeda. Meski sama-sama enable karena internet, AI berbeda: incentive system dan cara kerja. Karena itu, dampaknya juga akan berbeda.

Sumber: Tribun Jabar
Halaman 2/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved