UTBK SNBT 2026
Berkat Artificial Recognition, Unpad Klaim Pelaksanaan UTBK 2026 Lebih Baik dan Minim Curang
Pelaksanaan UTBK-SNBT 2026 di Universitas Padjadjaran mengedepankan prinsip inklusivitas dengan memfasilitasi peserta disabilitas.
Penulis: Putri Puspita Nilawati | Editor: Muhamad Syarif Abdussalam
Ringkasan Berita:
- Pelaksanaan UTBK-SNBT 2026 di Universitas Padjadjaran mengedepankan prinsip inklusivitas dengan memfasilitasi peserta disabilitas serta peserta yang mengalami cedera akibat kecelakaan.
- Pihak kampus menyediakan ruang ujian khusus di lantai dasar hingga bantuan Juru Bahasa Isyarat guna memastikan kesetaraan bagi seluruh peserta.
- Rektor Unpad juga menegaskan penggunaan teknologi AI untuk mendeteksi kecurangan guna menjaga kualitas seleksi tetap kondusif.
Laporan Wartawan Tribun Jabar, Putri Puspita
TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT) 2026 masih berlangsung di berbagai perguruan tinggi di Bandung yang berlangsung dalam satu gelombang pada 21 – 30 April 2026.
Sementara itu pelaksanaan UTBK di Unpad berlangsung hingga Sabtu, 25 April 2026 dan pihak kampus terus menjaga kualitas pelaksanaan ujian agar tetap kondusif, inklusif, dan bebas dari kecurangan hingga hari terakhir.
Di Universitas Padjadjaran (Unpad), pelaksanaan ujian berjalan lancar, tertib, serta mengedepankan prinsip inklusivitas dengan memastikan seluruh peserta dapat mengikuti ujian dalam kondisi yang layak dan setara.
Misalnya saja, UTBK-SNBT Unpad di hari Kamis, 23 April 2026 panitia tetap mengakomodasi seorang peserta yang mengalami cedera akibat kecelakaan.
Meski tidak termasuk kategori disabilitas, peserta tersebut tidak dapat mengikuti ujian di ruang reguler.
Pihak Unpad pun menyediakan ruang khusus agar yang bersangkutan tetap bisa mengikuti UTBK dengan nyaman dan tetap dalam pengawasan ketat.
Peserta tersebut diketahui bernama Muhammad Nabil Rifqi, asal Semarang.
Beberapa hari sebelum ujian, Nabil mengalami kecelakaan yang membuatnya harus menggunakan kruk untuk beraktivitas.
Melihat kondisi tersebut, orang tua Nabil segera menghubungi pihak Unpad untuk mengonfirmasi kemungkinan penyesuaian pelaksanaan ujian.
Fasilitas yang diberikan pun dirasakan langsung manfaatnya oleh Nabil. Ia mengaku terbantu, terutama dengan pemindahan ruang ujian yang lebih mudah diakses.
“Alhamdulillah, saya cukup terbantu dengan fasilitas yang ditawarkan. Awalnya ruangan saya berada di lantai tiga, kemudian dipindahkan dan difasilitasi di lantai satu agar lebih mudah diakses,” ujar Nabil pada keterangan yang diterima, Senin (27/4/2026).
Selain peserta dengan kondisi khusus akibat cedera, Unpad juga memberikan perhatian serius terhadap peserta disabilitas.
Pada hari pertama pelaksanaan UTBK, tercatat ada empat peserta disabilitas yang mengikuti ujian di Unpad, terdiri dari dua peserta teman Tuli dan dua peserta disabilitas fisik.
Melalui Unit Layanan Disabilitas, Unpad menyediakan berbagai fasilitas penunjang, mulai dari pendampingan Juru Bahasa Isyarat (JBI) bagi peserta teman Tuli hingga sarana yang ramah disabilitas (barrier-free).
| Ribuan Peserta Ikuti UTBK-SNBT di UPI Bandung, Pemeriksaan Dilakukan Berlapis |
|
|---|
| Peserta UTBK SNBT 2026 di Unsika Tembus 12.508 Orang: Rektor Imbau Waspada Janji Kelulusan Instan |
|
|---|
| Pernah Terjadi Tahun Lalu, ISBI Bandung Waspadai Joki Saat Pelaksanaan UTBK-SNBT 2026 |
|
|---|
| ISBI Bandung Fasilitasi 8.247 Peserta UTBK-SNBT 2026 di Dua Lokasi, Pengawasan Diperketat |
|
|---|
| Peserta UTBK 2026 Wajib Perhatikan: Bawa Dokumen Fisik, Aturan Pakaian, hingga Jangan Terlambat |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/UTBK-SNBT-Unpad-yang-berjalan-lancar-hingga-25-April-2026.jpg)