Selasa, 5 Mei 2026

UM Bandung Gelar INCODE 2026: Tantangan Mahasiswa Hadapi Transformasi AI di Dunia Kerja Global

Fakultas Ekonomi dan Bisnis UM Bandung menyelenggarakan INCODE 3rd 2026 untuk membahas tantangan AI dalam ekonomi digital dan keberlanjutan.

Tayang:
Penulis: Nappisah | Editor: Muhamad Syarif Abdussalam
DOK UMB
FOTO BERSAMA - International Conference on Digital Economics (INCODE) 3rd 2026 yang diselenggarakan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Muhammadiyah (UM) Bandung. 

Ringkasan Berita:
  • Fakultas Ekonomi dan Bisnis UM Bandung menyelenggarakan INCODE 3rd 2026 untuk membahas tantangan AI dalam ekonomi digital dan keberlanjutan. 
  • Para pakar menekankan pentingnya perguruan tinggi beradaptasi terhadap perubahan struktur tenaga kerja yang kini bersaing dengan otomasi. 
  • Selain AI, konferensi ini menyoroti inovasi biometrik perbankan serta peran vital keuangan syariah dalam mendukung target global ESG.

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Nappisah

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Masifnya kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) dinilai menjadi tantangan baru bagi dunia pendidikan tinggi. 

Perubahan dunia usaha maupun industri akibat perkembangan kecerdasan buatan turut dibahas dalam International Conference on Digital Economics (INCODE) 3rd 2026 yang diselenggarakan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Muhammadiyah (UM) Bandung.

Dekan Fakultas Ekonomi Bisnis UM Bandung Ia Kurnia mengatakan, perkembangan kecerdasan buatan menjadi keniscayaan terhadap riset di bidang ekonomi digital dan suistainability. 

Menurutnya, para mahasiswa saat ini telah adaptif terhadap tranformasi digital. 

Sebelumnya kegiatan ini juga menggelar beberapa perlombaan akademik maupun non-akademik.

”Banyaknya peserta mengikuti perlombaan, ini menunjukan adanya minat yang tinggi terhadap riset di bidang ekonomi digital dan sustainability,” ucap Ia Kurnia, Senin (4/5/2026). 

Kegiatan tersebut juga kolaborasi antara UM Bandung, UM Sidoarjo, dan Asosiasi Fakultas Ekonomi dan Bisnis (AFEB) PTMA.

Sekretaris Asosiasi Fakultas Ekonomi dan Bisnis (AFEB) PTMA, Meika Kurnia Puji, mengatakan perguruan tinggi kini menghadapi tekanan besar untuk beradaptasi dengan perubahan global yang dipicu perkembangan teknologi.

"Kita hidup di masa ketika dunia berubah lebih cepat daripada yang bisa diadaptasi oleh banyak institusi," tuturnya.

Menurut Meika, AI tidak hanya menjadi inovasi teknologi, tetapi juga mulai mengubah struktur kebutuhan tenaga kerja di berbagai sektor.

Kondisi ini membuat lulusan perguruan tinggi harus bersaing bukan hanya dengan sesama pencari kerja, melainkan juga dengan sistem berbasis otomasi.

"Artificial intelligence atau AI sedang mentransformasi masa depan pekerjaan," ungkap Meika.

Ia menyebut, tantangan yang dihadapi mahasiswa setelah lulus semakin kompleks. Pasalnya, kemampuan akademik dinilai tak lagi cukup tanpa dibarengi adaptasi teknologi, keterampilan analitis, dan kemampuan menyelesaikan persoalan nyata.

Karena itu, Meika mendorong kampus untuk mengubah orientasi pendidikan tinggi. 

Sumber: Tribun Jabar
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved