Jumat, 1 Mei 2026

Keracunan MBG di Bandung Barat

Jeje Tutup 3 SPPG Penyebab Keracunan di Bandung Barat, Pastikan Program MBG Terus Berjalan

Bupati Bandung Barat menutup sementara 3 SPPG yang menyebabkan siswa keracunan massal di Kecamatan Cipongkor dan Cihampelas.

Tayang:
Tribun Jabar/ Rahmat Kurniawan
JENGUK KORBAN KERACUNAN - Bupati Kabupaten Bandung Barat (KBB) Jeje Ritchie Ismail saat menjenguk korban keracunan MBG di GOR Kecamatan Cipongkor 

Laporan kontributor Tribunjabar.id Rahmat Kurniawan

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG BARAT - Bupati Kabupaten Bandung Barat (KBB) Jeje Ritchie Ismail mengkonfirmasi telah menutup sementara 3 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang menyebabkan siswa keracunan massal di Kecamatan Cipongkor dan Cihampelas.

"Yang kami tutup hanya 3 SPPG yang sudah bermasalah, di Cipongkor dan Cihampelas," kata Jeje di SPPG Yayasan Rajib Putra Barokah, Dapur Makmur Jaya di Kampung Cipari, Desa Cijambu, Kecamatan Cipongkor, KBB, Kamis (25/9/2025).

Jeje menuturkan, setidaknya ada 85 SPPG yang memproduksi sajian Makan Bergizi Gratis (MBG) di Bandung Barat. Saat ini, pihaknya tengah melakukan evaluasi untuk memastikan penyelenggaraan MBG tak menimbulkan masalah keracunan massal seperti di Kecamatan Cipongkor dan Cihampelas.

Baca juga: Bupati Sumedang Setop Sementara SPPG Ujungjaya Buntut Ratusan Siswa Keracunan MBG

"SPPG lain masih kita lakukan evaluasi, kita harus cek SOP dan lain lain, penyimpanan, bahan baku, harus benar-benar fresh," tuturnya.

Jeje menegaskan bahwa, belum ada opsi untuk menghentikan program MBG di Bandung Barat. Apalagi, ada 200 ribu siswa di Bandung Barat yang dinilai telah mendapatkan manfaat dari MBG.

"Program ini pada dasarnya baik sekali, ada 200 ribu siswa bandung barat terbantu dengan program MBG ini, orang tua juga sudah merasakan bahwa MBG meringankan beban pada orang tua. Akan tetap berjalan, jangan sampai hanya karena satu dua kasus ini berdampak pada dapur dapur lain yang bekerja dengan baik," tandasnya.

Keracunan massal terjadi dua kali di Kabupaten Bandung Barat. Pertama terjadi di Kecamatan Cipongkor pada Senin (22/9/2025), dengan korban 411 siswa.

Dua hari kemudian, keracunan massal kembali terjadi, yaitu di Kecamatan Cipongkor dan Cihampelas dengan ratusan korban. 

Baca juga: Hasil Uji Lab sampel Keracunan MBG di Bandung Barat Segera Rampung

Sumber: Tribun Jabar
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved