Rabu, 29 April 2026

Keracunan MBG di Sumedang

Bupati Sumedang Setop Sementara SPPG Ujungjaya Buntut Ratusan Siswa Keracunan MBG

Kasus keracunan ini terjadi di tiga sekolah, yaitu SMK Win Ujungjaya, SMK Rimba Bahari Situraja, dan SMA 1 Tomo. 

Tayang:
Penulis: Kiki Andriana | Editor: Seli Andina Miranti
Istimewa/ Kabag Humas Pemkab Sumedang, Wudan Lukmanul Hakim
DATANGI PUSKESMAS - Bupati Sumedang Dony Ahmad Munir saat mendatangi Puskesmas Ujungjya, Kabupaten Sumedang, Kamis (25/9/2025) malam. 

Laporan Kontributor TribunJabar.id Sumedang, Kiki Andriana

TRIBUNJABAR.ID, SUMEDANG - Bupati Sumedang Dony Ahmad Munir menghentikan sementara operasional dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kecamatan Ujungjaya, buntut keracunan ratusn siswa pada Kamis (25/9/2025). 

Sebelumnya, ratusan siswa di Kabupaten Sumedang keracunan makanan. Diduga, keracunan ini akibat menyantap menu Makan Bergizi Gratis (MBG)

Tercatat, sebanyak 105 siswa di tiga sekolah setingkat SMA di Sumedang keracunan.

Baca juga: Hasil Uji Lab sampel Keracunan MBG di Bandung Barat Segera Rampung

Kasus keracunan ini terjadi di tiga sekolah, yaitu SMK Win Ujungjaya, SMK Rimba Bahari Situraja, dan SMA 1 Tomo

"Kami evaluasi, SPPG yang di Ujungjaya disetop dulu," kata Bupati Dony kepada Tribun Jabar.id, Kamis malam

Dony menyebutkan, hingga pukul 22.00, total korban keracunan mencapai 1.05 oran

"Dari tiga sekolah, ada 105 siswa menjadi korban keracunan. 50 orang di antaranya masih dirawat di Puskesmas Ujungjaya, 26 orang di Puskesmas Tomo, 3 Orang di Puskesmas Cisitu, 1 orang dirawat di Puskesmas Cimalaka, dan 25 orang sudah diperbolehkan pulang, kata Dony. 

Buntut kejadian ini, kata Dony, pihaknya langsung menggelar rapat koordinasi dengan Satgas MBG dan Forkopimda. 

"Malam ini kita akan rakor. Evaluasi. Besok kami undang SPPG untuk membahas ini," kata Dony. 

Sebelumnya, Dony mengatakan Pemkab Sumedang telah menerapkan langkah antisipatif terjadinya keracunan akibat MBG. Dony juga melakukan langkah preventif dengan jalur administratif. Yaitu membuat surat arahan kepada SPPG, untuk menguatkan kehati-hatian agar terhindar dari keracunan

"Kedua, saya membuat surat arahan kepada SPPG untuk menguatkan itu supaya antisipasi tidak terjadi di Sumedang, makanan diawasi dengan baik, makanannya bersih, higienis, sehat, tidak berbahaya," katanya. 

Baca juga: UPDATE Keracunan MBG di Sumedang, Korban Capai 105 Orang, 80 Korban Masih Dirawat di 4 Puskesmas

Di Puskesmas-puskesmas seluruh Sumedang, terdapat ahli gizi. Dony mengatakan, ahli gizi dari puskesmas itu diminta turun ke lapangan untuk memantau peredaran MBG. 

"Ketiga, saya menugaskan puskesmas dan ahli gizi untuk terjun ke SPPG untuk mengetes sampel makanan, mengandung bahaya atau tidak," katanya. 

Fakta keracunan, sebagian besar korban mengeluhkan gejala keracunan yang hampir seragam, seperti pusing, mual, muntah, dan sesak napas.

 

Sumber: Tribun Jabar
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved