Gass Mudik Tribun Jabar 2026
Bawa Anak Mudik Lebaran, IDAI Ingatkan Perlindungan Ekstra, Waspada Penyakit Pilek hingga Campak
Risiko penyakit menular seperti campak, batuk, dan pilek menjadi perhatian utama di tengah padatnya arus pergerakan masyarakat.
Penulis: Putri Puspita Nilawati | Editor: Seli Andina Miranti
Ringkasan Berita:
- IDAI mengingatkan orangtua agar lebih waspada saat mudik karena anak-anak rentan terhadap penyakit menular dan risiko kecelakaan lalu lintas.
- Vaksinasi lengkap, terutama MR/MMR, menjadi langkah utama perlindungan sebelum perjalanan; orangtua juga diminta menjaga kebiasaan hidup bersih, mencuci tangan, memakai masker, dan menghindari kerumunan.
- Pemilihan destinasi liburan perlu bijak, dengan rekomendasi tempat indoor seperti museum atau pusat sains agar anak lebih aman dari cuaca dan keramaian.
Laporan Wartawan Tribun Jabar, Putri Puspita
TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Di momen mudik Lebaran, Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) mengingatkan orangtua untuk lebih waspada saat membawa anak dalam perjalanan jarak jauh.
Tingginya mobilitas masyarakat dinilai berpotensi meningkatkan risiko penularan penyakit sekaligus kecelakaan lalu lintas, terutama pada kelompok rentan seperti anak-anak.
IDAI menyoroti bahwa mudik bersama anak bukan sekadar perjalanan pulang kampung, tetapi juga membutuhkan persiapan khusus dari sisi kesehatan dan keselamatan.
Baca juga: Waspada! Kasus Campak dan Rubella Menyebar di 60 Puskesmas Cirebon, Wilayah Losari Tertinggi
Risiko penyakit menular seperti campak, batuk, dan pilek menjadi perhatian utama di tengah padatnya arus pergerakan masyarakat.
Ketua Pengurus Pusat IDAI, DR Dr Piprim Basarah Yanuarso, Sp.A, Subsp Kardio(K), menegaskan bahwa perlindungan anak harus dimulai bahkan sebelum perjalanan dilakukan.
“Banyak orangtua fokus pada logistik perjalanan, tapi sering lupa bahwa perlindungan kesehatan anak adalah yang paling utama. Vaksinasi adalah benteng pertahanan terkuat yang bisa kita berikan,” ujar Piprim secara virtual, Selasa (17/3/2026).
Ia menjelaskan, salah satu penyakit yang perlu diwaspadai adalah campak yang memiliki tingkat penularan sangat tinggi.
Oleh karena itu, memastikan anak telah mendapatkan imunisasi lengkap, terutama vaksin MR atau MMR, menjadi langkah krusial sebelum mudik.
“Langkah paling penting sebelum berangkat adalah memastikan imunisasi anak sudah lengkap. Vaksinasi dua dosis terbukti efektif mencegah penularan campak. Kalau ini sudah terpenuhi, orangtua bisa lebih tenang selama perjalanan,” katanya.
Selain vaksinasi, IDAI juga mengingatkan pentingnya menjaga kebiasaan hidup bersih selama perjalanan. Orangtua diimbau untuk menghindari tempat yang terlalu padat, membiasakan anak mencuci tangan, serta menggunakan masker terutama di transportasi umum.
“Di perjalanan, anak sangat mudah terpapar. Ajarkan etika batuk, jangan berbagi alat makan atau botol minum, dan sebisa mungkin hindari kontak dengan orang yang sedang sakit,” tambahnya.
Tak hanya soal kesehatan, pemilihan destinasi saat liburan juga menjadi perhatian. IDAI menyarankan orangtua untuk lebih bijak dalam menentukan tempat wisata, terutama dengan mempertimbangkan faktor cuaca dan tingkat keramaian.
“Pilih destinasi yang lebih aman seperti tempat indoor, museum, pusat sains, atau perpustakaan anak. Selain lebih nyaman, anak juga terhindar dari risiko hujan dan kerumunan berlebih,” ujar Piprim.
Ia juga mengingatkan agar orangtua selalu memantau kondisi cuaca, memastikan anak dalam keadaan fit, serta menyiapkan rencana cadangan jika aktivitas luar ruang tidak memungkinkan.
Untuk perjalanan darat, suasana bisa dibuat lebih nyaman dengan menyediakan hiburan seperti lagu atau dongeng audio.
Baca juga: Wilayah Bandung Barat Ditetapkan KLB Campak, Ini Awal Mula Sebaran hingga KLB Berakhir
Di sisi lain, IDAI menekankan bahwa keselamatan berkendara menjadi isu yang tidak kalah penting saat mudik bersama anak.
Sementara itu Sekretaris Umum Pengurus Pusat IDAI, DR Dr Hikari Ambara Sjakti, Sp.A, Subsp HOnk(K), menyebut masih banyak orangtua yang mengabaikan standar keselamatan anak di kendaraan.
“Keselamatan anak di jalan adalah tanggung jawab mutlak orangtua. Jangan pernah menganggap sepele penggunaan car seat atau sabuk pengaman,” tegas Hikari.
Ia menjelaskan, penggunaan car seat harus disesuaikan dengan usia dan berat badan anak.
Bayi hingga usia dua tahun wajib menggunakan car seat menghadap ke belakang, sementara anak yang lebih besar tetap membutuhkan perlindungan tambahan seperti booster seat.
“Anak di bawah 12 tahun sebaiknya tetap duduk di kursi belakang dan yang paling penting, jangan pernah memangku anak saat berkendara karena itu sangat berbahaya,” katanya.
Untuk kendaraan roda dua, IDAI bahkan menegaskan larangan bagi anak di bawah usia enam tahun untuk ikut berkendara.
“Kalau terpaksa, anak harus menggunakan helm standar SNI dan posisi duduknya aman. Tapi idealnya, anak kecil tidak dibawa naik motor untuk perjalanan jauh,” ujar Hikari.
Selain itu, kondisi pengemudi juga harus menjadi perhatian. IDAI mengimbau agar pengemudi dalam kondisi prima, tidak mengantuk, serta beristirahat setiap dua hingga tiga jam selama perjalanan.
“Jangan memaksakan diri, istirahat itu penting untuk menjaga fokus dan tentu saja, hindari penggunaan ponsel saat berkendara,” tambahnya.
IDAI pun mengingatkan bahwa mudik bersama anak memerlukan perencanaan yang lebih matang dibandingkan perjalanan biasa.
| Arus Balik Sukabumi Memuncak! 21 Ribu Kendaraan Serbu Exit Tol Parungkuda |
|
|---|
| Panen Cuan di Pantai Madasari! Bisnis Sewa Tenda Camping Tembus Rp 157 Juta Selama Libur Lebaran |
|
|---|
| 3 Jam Hujan Tak Reda, Jalur Jatinangor-Tanjungsari Lumpuh, 50 Lampu Jalan Mati Bahayakan Pemudik |
|
|---|
| Jalur Gentong Macet! Polres Tasikmalaya Kota Belum Terapkan One Way tapi Pagar Betis di Pamoyanan |
|
|---|
| Beda Jauh dengan Pekan Lalu! Lembang Sepi Sore Ini, Kapolres Cimahi Sebut Arus Lalu Lintas Lengang |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/ilustrasi-bayi-gumoh.jpg)