Minggu, 31 Mei 2026

Waspada! Kasus Campak dan Rubella Menyebar di 60 Puskesmas Cirebon, Wilayah Losari Tertinggi

Kasus campak dan rubella menyebar merata di Kabupaten Cirebon. Dinkes temukan 75 kasus di 60 puskesmas.

Tayang:
Penulis: Eki Yulianto | Editor: Ravianto
Thinkstock
CAMPAK DAN RUBELLA - Ilustrasi campak. Kasus campak dan rubella menyebar merata di Kabupaten Cirebon. Dinkes temukan 75 kasus di 60 puskesmas, Losari dan Astanajapura menjadi wilayah dengan temuan tertinggi. 

Ringkasan Berita:
  • Statistik 2025: Ditemukan 75 kasus terkonfirmasi (69 campak, 6 rubella) dari 521 sampel suspek di wilayah kerja 60 puskesmas.
  • Wilayah Terdampak: Penyebaran terjadi hampir merata.
  • Update 2026: Hingga minggu ke-8 tahun 2026, sudah ditemukan 7 kasus baru (6 campak, 1 rubella), terbanyak  Puskesmas Astanajapura (2 kasus).

TRIBUNJABAR.ID, CIREBON - Penyebaran penyakit campak dan rubella terdeteksi di berbagai wilayah Kabupaten Cirebon sepanjang tahun 2025.

Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Cirebon mencatat, sedikitnya 75 kasus dari dua penyakit menular tersebut yang ditemukan di wilayah kerja 60 puskesmas, dengan kasus tertinggi berada di wilayah Puskesmas Losari.

Data tersebut menunjukkan, bahwa penyebaran campak dan rubella tidak hanya terjadi di satu wilayah, tetapi hampir merata di berbagai kecamatan di Kabupaten Cirebon.

Berdasarkan catatan Dinkes Kabupaten Cirebon, dari total 75 kasus yang terkonfirmasi sepanjang 2025, sebanyak 69 kasus merupakan campak dan 6 kasus lainnya rubella. 

Angka tersebut diperoleh dari hasil pemeriksaan terhadap 521 sampel kasus suspek yang ditemukan di berbagai wilayah Kabupaten Cirebon.

Ketua Tim Kerja Surveilans Dinas Kesehatan Kabupaten Cirebon, Dede Kurniawan mengatakan, penyebaran kasus tersebut terjadi di hampir seluruh wilayah kerja puskesmas yang ada di daerah tersebut.

Baca juga: Wilayah Bandung Barat Ditetapkan KLB Campak, Ini Awal Mula Sebaran hingga KLB Berakhir

“Penyebaran kasus terjadi di hampir seluruh wilayah kerja 60 puskesmas yang ada di Kabupaten Cirebon. Sepanjang tahun 2025 terdapat 75 kasus campak dan rubella yang terkonfirmasi dari ratusan sampel suspek yang diperiksa,” ujar Dede Kurniawan saat menyampaikan keterangannya disela-sela tugasnya di pos kesehatan arus mudik, Minggu (15/3/2026).

Menurutnya, kasus campak paling banyak ditemukan di wilayah kerja Puskesmas Losari.

Selain itu, angka kasus juga cukup tinggi di sejumlah wilayah lain seperti Astanajapura, Gunungjati, Sindanglaut, Astanalanggar dan Lurah.

Memasuki awal tahun 2026, Dinas Kesehatan Kabupaten Cirebon kembali menemukan sejumlah kasus baru dari hasil pemeriksaan terhadap kasus suspek yang dilaporkan.

Dede menjelaskan, hingga minggu ke-8 tahun 2026, dari 148 kasus suspek yang diperiksa, terdapat 7 kasus terkonfirmasi, terdiri dari 6 kasus campak dan 1 kasus rubella.

“Kasus campak pada awal 2026 paling banyak ditemukan di wilayah kerja Puskesmas Astanajapura dengan dua kasus,” ucucapnya.

Sementara itu, kasus lainnya masing-masing ditemukan di wilayah kerja Puskesmas Cibogo, Kamarang, Karangsari dan Pamengkang dengan masing-masing satu kasus.

Adapun satu kasus rubella tercatat di wilayah kerja Puskesmas Kepuh.

Ia menjelaskan, campak dan rubella merupakan penyakit infeksi menular yang disebabkan oleh virus berbeda, namun memiliki gejala yang hampir serupa dan sering menyerang anak-anak.

Sumber: Tribun Jabar
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved