Gass Mudik Tribun Jabar 2026
Bawa Anak Mudik Lebaran, IDAI Ingatkan Perlindungan Ekstra, Waspada Penyakit Pilek hingga Campak
Risiko penyakit menular seperti campak, batuk, dan pilek menjadi perhatian utama di tengah padatnya arus pergerakan masyarakat.
Penulis: Putri Puspita Nilawati | Editor: Seli Andina Miranti
Untuk perjalanan darat, suasana bisa dibuat lebih nyaman dengan menyediakan hiburan seperti lagu atau dongeng audio.
Baca juga: Wilayah Bandung Barat Ditetapkan KLB Campak, Ini Awal Mula Sebaran hingga KLB Berakhir
Di sisi lain, IDAI menekankan bahwa keselamatan berkendara menjadi isu yang tidak kalah penting saat mudik bersama anak.
Sementara itu Sekretaris Umum Pengurus Pusat IDAI, DR Dr Hikari Ambara Sjakti, Sp.A, Subsp HOnk(K), menyebut masih banyak orangtua yang mengabaikan standar keselamatan anak di kendaraan.
“Keselamatan anak di jalan adalah tanggung jawab mutlak orangtua. Jangan pernah menganggap sepele penggunaan car seat atau sabuk pengaman,” tegas Hikari.
Ia menjelaskan, penggunaan car seat harus disesuaikan dengan usia dan berat badan anak.
Bayi hingga usia dua tahun wajib menggunakan car seat menghadap ke belakang, sementara anak yang lebih besar tetap membutuhkan perlindungan tambahan seperti booster seat.
“Anak di bawah 12 tahun sebaiknya tetap duduk di kursi belakang dan yang paling penting, jangan pernah memangku anak saat berkendara karena itu sangat berbahaya,” katanya.
Untuk kendaraan roda dua, IDAI bahkan menegaskan larangan bagi anak di bawah usia enam tahun untuk ikut berkendara.
“Kalau terpaksa, anak harus menggunakan helm standar SNI dan posisi duduknya aman. Tapi idealnya, anak kecil tidak dibawa naik motor untuk perjalanan jauh,” ujar Hikari.
Selain itu, kondisi pengemudi juga harus menjadi perhatian. IDAI mengimbau agar pengemudi dalam kondisi prima, tidak mengantuk, serta beristirahat setiap dua hingga tiga jam selama perjalanan.
“Jangan memaksakan diri, istirahat itu penting untuk menjaga fokus dan tentu saja, hindari penggunaan ponsel saat berkendara,” tambahnya.
IDAI pun mengingatkan bahwa mudik bersama anak memerlukan perencanaan yang lebih matang dibandingkan perjalanan biasa.
| Arus Balik Sukabumi Memuncak! 21 Ribu Kendaraan Serbu Exit Tol Parungkuda |
|
|---|
| Panen Cuan di Pantai Madasari! Bisnis Sewa Tenda Camping Tembus Rp 157 Juta Selama Libur Lebaran |
|
|---|
| 3 Jam Hujan Tak Reda, Jalur Jatinangor-Tanjungsari Lumpuh, 50 Lampu Jalan Mati Bahayakan Pemudik |
|
|---|
| Jalur Gentong Macet! Polres Tasikmalaya Kota Belum Terapkan One Way tapi Pagar Betis di Pamoyanan |
|
|---|
| Beda Jauh dengan Pekan Lalu! Lembang Sepi Sore Ini, Kapolres Cimahi Sebut Arus Lalu Lintas Lengang |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/ilustrasi-bayi-gumoh.jpg)