Rabu, 10 Juni 2026

Dualisme Kadin Jabar Dinilai Hambat Iklim Usaha, Pengurus Daerah Minta Konflik Segera Disudahi

Ketua Kadin Garut Rajab Priyaldi menilai konflik kepengurusan Kadin Jabar telah menghambat program ekonomi daerah dan menurunkan kepercayaan.

Tayang:
Penulis: Nappisah | Editor: Muhamad Syarif Abdussalam
Tribun Jabar/Nappisah
FGD Forum Jurnalis Ekonomi Indonesia (FJE Indonesia) bersama perwakilan Kadin di tingkat daerah di Hotel Horison, Selasa (9/6/2026). 

"Kalau menurut keinginan kami, ayo rembuk bersama. Mediasinya ketua-ketua Kadin langsung seperti Pak Anindya. Saya kira ketemu satu jam juga selesai," ujarnya.

Ia mengaku hingga kini belum pernah bertemu langsung dengan pihak yang berseteru untuk membahas penyelesaian konflik.

Dikatakannya, beberapa upaya mediasi yang pernah dilakukan juga disebut belum membuahkan hasil.

"Saya tidak bisa mengatakan tidak ada kemauan, mungkin beliau sibuk. Tapi dengan acara ini saya mengetuk, ayolah Pak turun selesaikan kami di Kadin Provinsi Jawa Barat," kata Rajab.

Tak hanya itu, sejumlah program yang seharusnya dijalankan bersama pemerintah daerah juga disebut terhambat karena ketidakjelasan kepengurusan.

"Program sudah tidak ada. Kita mau jalanin program apa? Harusnya Kadin berjalan bersama program pemerintah daerah. Begitu pemerintah daerah bilang 'Kadin yang mana?', selesai," ujarnya.

Rajab berharap berbagai pihak dapat membantu menjembatani penyelesaian konflik, termasuk Gubernur Jawa Barat, .

Menurut dia, sosok yang akrab disapa KDM itu memiliki kemampuan menyelesaikan berbagai persoalan di daerah dan diharapkan bisa membantu mempertemukan pihak-pihak yang berselisih.

"Saya tahu bagaimana Pak KDM menyelesaikan masalah luar biasa. Mohon bantuannya agar bisa menjembatani. Kalau ini sudah sampai ke beliau, insyaallah beres," katanya. (*) 

Sumber: Tribun Jabar
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved