Selasa, 21 April 2026

Demo di Jawa Barat

Polresta Cirebon Masih Buru Aktor di Balik Pembakaran Gedung DPRD

Kombes Sumarni menegaskan bahwa pihaknya masih mendalami kemungkinan adanya keterkaitan kelompok anarko dalam kerusuhan tersebut.

Penulis: Eki Yulianto | Editor: Ravianto
eki yulianto/tribun jabar
PENJARAH GEDUNG DPRD - Kapolresta Cirebon, Kombes Sumarni saat memimpin konferensi pers pengungkapan kasus pengrusakan dan penjarahan di Gedung DPRD Kabupaten Cirebon di Mapolresta Cirebon, Kamis 4 September 2025. 

TRIBUNJABAR.ID, CIREBON - Polresta Cirebon terus memburu aktor penggerak di balik aksi pengrusakan dan penjarahan Gedung DPRD Kabupaten Cirebon.

Dari hasil penyelidikan sementara, sebagian tersangka yang sudah diamankan berasal dari berbagai latar belakang, mulai dari mahasiswa, pelajar, hingga anggota geng motor.

Kapolresta Cirebon, Kombes Sumarni menegaskan bahwa pihaknya masih mendalami kemungkinan adanya keterkaitan kelompok anarko dalam kerusuhan tersebut.

“Apa ada terafiliasi ke kelompok anarko dari para tersangka yang diamankan, sedang kami dalami."

"Sebagian memang ada yang dari mahasiswa, pelajar kemudian ada juga yang masuk ke dalam kelompok geng motor."

"Ya, mereka ada yang menggerakkan,” ujar Sumarni dalam konferensi pers di Mapolresta Cirebon, Kamis (4/9/2025).

Baca juga: Polisi Temukan Indikasi Keterlibatan Kelompok Anarkis di Demo Cirebon, 5 Orang Sudah Diamankan

Menurutnya, ajakan yang beredar di media sosial menjadi salah satu faktor yang memicu keterlibatan para pelajar dan mahasiswa.

“Mereka berdasarkan keterangan yang kami peroleh, mengikuti ajakan di media sosial dan sedang kita kejar siapa pihak yang menggerakkan mereka untuk ikut-ikutan dalam aksi demonstrasi."

"Sejak awal kami sudah meminta massa, terutama anak-anak STM, SMP, SMA, untuk tidak ikut aksi,” ucapnya.

Sumarni juga menegaskan, bahwa aksi unjuk rasa seharusnya dilakukan sesuai aturan hukum.

“Kami sudah mengimbau kepada mahasiswa agar aksinya sesuai aturan hukum, tidak boleh anarkis dan tidak melanggar hukum,” jelas dia.

Hingga kini, polisi masih mengembangkan kemungkinan adanya penambahan tersangka mengingat jumlah massa yang terlibat sangat banyak.

Bahkan, beberapa di antaranya tercatat berprofesi sebagai pengemudi ojek online.

“Barang yang diambil ada yang sudah dijual ke pihak lain dengan harga murah."

"Uang hasil penjualan itu berhasil kami amankan kembali sebagai barang bukti."

Sumber: Tribun Jabar
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved