Respons Dedi Mulyadi Soal Amukan Warga Sukabumi Protes Jalan Rusak, Ungkap Alasannya
Dedi Mulyadi memberikan respons soal peristiwa amukan warga yang protes jalan rusak di Sukabumi. Sebut anggaran dialihkan dan beber alasannya
Penulis: Hilda Rubiah | Editor: Hilda Rubiah
Ringkasan Berita:
- Warga Protes: Sejumlah warga di Sukabumi meluapkan amarah di Jalan Raya Lengkong sebagai bentuk protes atas kondisi jalan rusak yang tak kunjung diperbaiki.
- Alasan: Dedi Mulyadi menjelaskan anggaran Rp68 miliar untuk ruas jalan tersebut dialihkan ke wilayah lain di Sukabumi, menilai perbaikan jalan akan sia-sia karena keberadaan truk-truk overload.
- Solusi: Sebagai solusi, Dedi Mulyadi memprioritaskan pembenahan dan penertiban truk ODOL terlebih dahulu sebelum membangun kembali jalan tersebut.
TRIBUNJABAR.ID - Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi memberikan respons soal peristiwa amukan warga yang protes jalan rusak di Sukabumi.
Diberitakan sebelumnya, sejumlah warga membakar ranting dan semak belukar di Jalan Raya Lengkong, Sukabumi.
Jalan Raya Lengkong tersebut berada di Ruas Jalan Jampang - Kiara 2 Kecamatan Simpenan, Kabupaten Sukabumi.
Diketahui aksi warga tersebut merupakan bentuk protes karena jalan rusak di wilayah mereka tak kunjung mendapat perhatian untuk diperbaiki.
Warga juga marah karena menuntut penertiban truk sumbu tiga atau Truk ODOL (Over Dimension Over Load) yang dianggap merusak jalan lebih cepat dan kerap menjadi penyebab utama terjadinya kecelakaan fatal.
Baca juga: Tangisan Haru Bu Atun Berbesar Hati Dekap 9 Murid yang Mengejeknya di Depan Dedi Mulyadi
Kerusakan jalan juga semakin parah hingga mengganggu aktivitas dan membahayakan pengguna jalan, terutama saat hujan.
Menanggapi luapan amukan warga Sukabumi itu, akhirnya Dedi Mulyadi memberikan jawaban.
Lewat unggahan video di Instagram pribadinya, Dedi Mulyadi menyampaikan terima kasih kepada warga yang telah meluapkan aspirasinya tersebut.
“Saya ucapkan terima kasih kepada akang-akang yang meluapkan kekecewaan dan kemarahan akibat jalan Jampang Tengah Kiara 2 dalam keadaan rusak,” ujar Dedi Mulyadi.
Ia menegaskan bahwa anggaran untuk perbaikan jalan tersebut dialihkan untuk perbaikan jalan rusak yang lebih prioritas dan lebih efisien.
Dedi Mulyadi mengatakan pihaknya sudah mengalokasikan anggaran untuk perbaikan jalan rusak di wilayah Kabupaten Sukabumi yang lain.
“Kami tegaskan, alokasi anggaran untuk (perbaikan) jalan tersebut kami alihkan ke jalan-jalan provinsi lain di wilayah Kabupaten Sukabumi,” ujarnya.
Ia pun menjanjikan perbaikan jalan di ruas jalan-jalan Kabupaten Sukabumi berjalan baik mencapai 99 persen setelah proyeknya berjalan.
Kemudian, Dedi Mulyadi mengungkap alasan jalan rusak di wilayah Jampang Tengah dialihkan.
Setelah dikaji, pihaknya memutuskan mengalihkannya dengan alasan karena jalan rusak di wilayah tersebut setiap hari dilewati truk-truk sumbu 3.
Dedi Mulyadi
amukan warga
jalan rusak
warga Sukabumi
anggaran
dialihkan
Truk ODOL
Jalan Jampang Tengah
Kabupaten Sukabumi
| Indeks Demokrasi di Jawa Barat Turun, Pemprov Siapkan Sejumlah Langkah Perbaikan |
|
|---|
| Jadwal dan Rute Kirab Mahkota Binokasih 2026 di Kota Bandung, Sabtu Ini |
|
|---|
| Kuningan Sedang Sulit, Rencana Borong iPhone Rp232 Juta Dinilai Lukai Perasaan Masyarakat |
|
|---|
| PKL Eyckman Dibongkar Dedi Mulyadi, Walkot Farhan Terima Kasih ke Pemprov Jabar: Kami Terkendala |
|
|---|
| Mengapa Bukan Pemkot Bandung Malah Dedi Mulyadi yang Bongkar PKL di Eyckman? Ini Penjelasan Farhan |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/Dedi-Mulyadi-kaget-100-tewas-akibat-truk-tambang-di-Parung-Panjang.jpg)