Jumat, 15 Mei 2026

Respons Dedi Mulyadi Soal Amukan Warga Sukabumi Protes Jalan Rusak, Ungkap Alasannya

Dedi Mulyadi memberikan respons soal peristiwa amukan warga yang protes jalan rusak di Sukabumi. Sebut anggaran dialihkan dan beber alasannya

Tayang:
Penulis: Hilda Rubiah | Editor: Hilda Rubiah
Youtube Kang Dedi Mulyadi Channel/Dok Polsek Parung Panjang
JALAN RUSAK - Foto kolase dokumentasi truk tambang di Parung Panjang (kiri) dan tangkapan layar foto Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi (kanan). - Dedi Mulyadi memberikan respons soal peristiwa amukan warga yang protes jalan rusak di Sukabumi. Sebut anggaran dialihkan dan beber alasannya. 

Ringkasan Berita:
  • Warga Protes: Sejumlah warga di Sukabumi meluapkan amarah di Jalan Raya Lengkong sebagai bentuk protes atas kondisi jalan rusak yang tak kunjung diperbaiki.
  • Alasan: Dedi Mulyadi menjelaskan anggaran Rp68 miliar untuk ruas jalan tersebut dialihkan ke wilayah lain di Sukabumi, menilai perbaikan jalan akan sia-sia karena keberadaan truk-truk overload.
  • Solusi: Sebagai solusi, Dedi Mulyadi memprioritaskan pembenahan dan penertiban truk ODOL terlebih dahulu sebelum membangun kembali jalan tersebut.

TRIBUNJABAR.ID - Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi memberikan respons soal peristiwa amukan warga yang protes jalan rusak di Sukabumi.

Diberitakan sebelumnya, sejumlah warga membakar ranting dan semak belukar di Jalan Raya Lengkong, Sukabumi.

Jalan Raya Lengkong tersebut berada di Ruas Jalan Jampang - Kiara 2 Kecamatan Simpenan, Kabupaten Sukabumi.

Diketahui aksi warga tersebut merupakan bentuk protes karena jalan rusak di wilayah mereka tak kunjung mendapat perhatian untuk diperbaiki.

Warga juga marah karena menuntut penertiban truk sumbu tiga atau Truk ODOL (Over Dimension Over Load) yang dianggap merusak jalan lebih cepat dan kerap menjadi penyebab utama terjadinya kecelakaan fatal.

Baca juga: Tangisan Haru Bu Atun Berbesar Hati Dekap 9 Murid yang Mengejeknya di Depan Dedi Mulyadi

Kerusakan jalan juga semakin parah hingga mengganggu aktivitas dan membahayakan pengguna jalan, terutama saat hujan.

Menanggapi luapan amukan warga Sukabumi itu, akhirnya Dedi Mulyadi memberikan jawaban.

Lewat unggahan video di Instagram pribadinya, Dedi Mulyadi menyampaikan terima kasih kepada warga yang telah meluapkan aspirasinya tersebut.

“Saya ucapkan terima kasih kepada akang-akang yang meluapkan kekecewaan dan kemarahan akibat jalan Jampang Tengah Kiara 2 dalam keadaan rusak,” ujar Dedi Mulyadi.

Ia menegaskan bahwa anggaran untuk perbaikan jalan tersebut dialihkan untuk perbaikan jalan rusak yang lebih prioritas dan lebih efisien.

Dedi Mulyadi mengatakan pihaknya sudah mengalokasikan anggaran untuk perbaikan jalan rusak di wilayah Kabupaten Sukabumi yang lain.

“Kami tegaskan, alokasi anggaran untuk (perbaikan) jalan tersebut kami alihkan ke jalan-jalan provinsi lain di wilayah Kabupaten Sukabumi,” ujarnya.

Ia pun menjanjikan perbaikan jalan di ruas jalan-jalan Kabupaten Sukabumi berjalan baik mencapai 99 persen setelah proyeknya berjalan.

Kemudian, Dedi Mulyadi mengungkap alasan jalan rusak di wilayah Jampang Tengah dialihkan.

Setelah dikaji, pihaknya memutuskan mengalihkannya dengan alasan karena jalan rusak di wilayah tersebut setiap hari dilewati truk-truk sumbu 3.

Sumber: Tribun Jabar
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved