Jumat, 24 April 2026

Gus Ipul: Bansos Harus Tepat Sasaran, Warga Tak Berhak Diminta Mundur

Gus Ipul juga meminta masyarakat yang tidak lagi memenuhi syarat agar tidak menerima bantuan sosial.

Tribun Jabar/Adhim Mugni Mubaroq
HARUS TEPAT SASARAN - Menteri Sosial RI, Saifullah Yusuf, saat kunjungan di GGM Talaga Manggung, Kabupaten Majalengka, Jawa Barat, Jumat (24/4/2026). Ia mengatakan bantuan sosial (bansos) harus tepat sasaran. 
Ringkasan Berita:
  • Menteri Sosial RI, Saifullah Yusuf, berkunjung ke GGM Talaga Manggung, Kabupaten Majalengka, Jawa Barat, Jumat (24/4/2026). 
  • Ia mengatakan bantuan sosial (bansos) harus tepat sasaran dan hanya diberikan kepada masyarakat yang benar-benar berhak.
  • Pemkab Majalengka melalui stikerisasi rumah penerima bansos menjadi bentuk nyata pemutakhiran data sosial.

 

TRIBUNJABAR.ID, MAJALENGKA - Menteri Sosial RI, Saifullah Yusuf, menegaskan bantuan sosial (bansos) harus tepat sasaran dan hanya diberikan kepada masyarakat yang benar-benar berhak.

“Bansos itu memang sementara kecuali untuk yang lansia sama penyandang disabilitas. Yang untuk usia produktif, itu sementara,” kata Gus Ipul saat kunjungan di GGM Talaga Manggung, Kabupaten Majalengka, Jawa Barat, Jumat (24/4/2026). 

Bupati Majalengka, Eman Suherman, dan Wakil Bupati, Dena M Ramdhan, ikut menghadiri acara itu.

Ia mengatakan masyarakat usia produktif harus didorong agar mandiri melalui keterampilan maupun usaha.

“Karena mereka harus didorong untuk menjadi keluarga yang lebih berdaya. Membuka usaha, atau mempunyai keterampilan tertentu,” katanya.

Gus Ipul juga meminta masyarakat yang tidak lagi memenuhi syarat agar tidak menerima bantuan.

Baca juga: Kemenkum Jabar Pastikan Penyaluran Bantuan Sosial Pendidikan di Kota Bandung Tepat Sasaran

“Yang tidak berhak, ya jangan. Kalau bisa menolak. Kalau perlu kita lakukan gerakan penolakan bansos bagi mereka yang telah tidak memenuhi,” ujar Saifullah Yusuf.

Ia mengapresiasi langkah Pemerintah Kabupaten Majalengka dalam mempercepat penyaluran bansos tepat sasaran melalui pemutakhiran data, salah satunya dengan penempelan stiker.

“Menjadi satu kerja nyata di mana masyarakat kemudian menyadari bagi mereka yang memang tidak memenuhi syarat untuk tidak lagi bersedia menerima bantuan sosial,” katanya.

Menurutnya, langkah Pemkab Majalengka melalui stikerisasi rumah penerima bansos menjadi bentuk nyata pemutakhiran data sosial.

“Ini kerja nyata, sekaligus edukasi ke masyarakat. Majalengka sudah di depan,” ujar Saifullah Yusuf.

 

Sumber: Tribun Jabar
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved