BI-Rate Naik, Debitur Diminta Bersiap: Cicilan KPR Berpotensi Bertambah
Kenaikan BI-Rate kembali menjadi kabar yang perlu dicermati masyarakat, terutama mereka yang memiliki kredit dengan skema bunga mengambang.
Penulis: Putri Puspita Nilawati | Editor: Seli Andina Miranti
Ia mencontohkan, untuk KPR senilai Rp500 juta, kenaikan BI-Rate sebesar 0,25 persen memang belum menimbulkan guncangan besar. Namun tambahan cicilan tetap perlu diantisipasi.
“Sebagai gambaran, untuk KPR senilai Rp500 juta, kenaikan cicilannya berkisar antara Rp80 ribu hingga Rp150 ribu per bulan. Angka itu mungkin tampak kecil, tapi BI-Rate sudah naik beberapa kali dalam waktu singkat. Jika kenaikan terus berlanjut, efek kumulatifnya bisa cukup signifikan dan menekan keuangan rumah tangga,” kata Heny.
Ia menyarankan masyarakat tidak menunggu sampai cicilan benar-benar naik sebelum melakukan penyesuaian.
“Mulai sekarang hitung ulang kemampuan membayar utang. Jangan tunggu sampai cicilan benar-benar naik baru kelabakan. Bagi yang masih dalam masa negosiasi atau refinancing, pertimbangkan untuk mengunci ke skema bunga tetap jika bank menawarkan opsi tersebut,” ujarnya.
Baca juga: BI Rate Naik Jadi 5,50 Persen, Pengusaha Pilih Bertahan dan Tekan Pengeluaran
Heny menilai, dalam jangka pendek, kenaikan BI-Rate memang lebih banyak membebani masyarakat yang memiliki utang dibanding memberikan keuntungan bagi penabung.
“Kenaikan BI Rate ini dalam jangka pendek lebih banyak membebani masyarakat umum daripada menguntungkan mereka. Mayoritas masyarakat Indonesia memiliki cicilan yang jauh lebih besar daripada jumlah simpanannya,” katanya.
Namun, menurutnya, kebijakan tersebut tetap diperlukan untuk menjaga stabilitas ekonomi nasional. Kenaikan suku bunga menjadi respons terhadap tekanan eksternal yang berpotensi melemahkan nilai tukar rupiah.
“Ini adalah pilihan yang pahit tapi perlu, yaitu mengorbankan sedikit daya beli masyarakat yang punya cicilan demi mencegah inflasi yang bisa menghantam semua orang tanpa terkecuali,” ucapnya.
| BRI Consumer Expo Goes to Kota Baru Parahyangan: Rumah, Mobil hingga Rencana Liburan Bisa Terwujud! |
|
|---|
| GPEI Jabar: Tarif Trump, BI Rate, hingga Dolar Bikin Eksportir Kian Terjepit |
|
|---|
| BI Rate 5,5 Persen Dinilai Bikin Eksportir Sulit Ekspansi, GPEI: Kita Kalah dari Vietnam |
|
|---|
| TPID Jateng Pertemukan 111 Produsen dan 99 Offtaker, Jaga Inflasi dan Ketersediaan Pangan |
|
|---|
| Laju Ekonomi di Bandung Tumbuh 5,76 Persen, Farhan Tetap Waspadai Inflasi |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/ilustrasi-kpr-rumah22.jpg)