Nilai Tukar Rupiah Terus Tertekan, Pengamat: Tekanan Bisa Berlanjut hingga Maret
Pelemahan rupiah merupakan akumulasi tekanan yang terjadi dalam jangka menengah dan mencapai puncaknya di awal tahun ini.
Penulis: Nappisah | Editor: Muhamad Syarif Abdussalam
Meski demikian, ia menilai kondisi eksternal Indonesia masih relatif aman dibandingkan negara lain.
“Kalau dibandingkan dengan Iran, kita masih aman. Cadangan devisa Indonesia masih di atas enam bulan impor dan pembayaran utang luar negeri,” ujarnya.
Namun, Acuviarta menekankan pentingnya peran Bank Indonesia dalam menjaga stabilitas rupiah melalui intervensi pasar.
“Kita berharap Bank Indonesia lebih aktif melakukan intervensi, baik di pasar spot maupun offshore, dengan menambah pasokan dolar di pasar,” katanya.
Terkait prospek ke depan, Acuviarta memperkirakan volatilitas rupiah masih akan berlangsung hingga akhir triwulan I 2025.
“Saya kira pasar masih cenderung wait and see. Gonjang-ganjing ini kemungkinan berlangsung sampai Maret sambil menunggu data ekonomi dan kebijakan pemerintah,” kata Acuviarta. (*)
| Rupiah Tembus Rp 17.513, Industri Kosmetik Jabar Waspadai Kenaikan Harga Bahan Baku Impor |
|
|---|
| Bukan Cuma Pelemahan Rupiah, Kenaikan Harga Material Dorong Harga Elektronik Naik |
|
|---|
| Ekonom Unpar: Rupiah Bisa Tembus Rp 18.000 jika Konflik Timur Tengah Berlanjut |
|
|---|
| Rupiah Tembus Rp17.000, Pemilik KPR Komersial Cemas Hadapi Kenaikan Cicilan |
|
|---|
| Dampak Pelemahan Rupiah: Biaya Impor Bahan Baku Meroket, Margin Keuntungan Industri Menipis |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/ILUSTRASI-UANG-BSU-2025-RUPIAH.jpg)