Minggu, 17 Mei 2026

Pertumbuhan Omzet Positif, ModalSaham Perkuat Mesin Pembiayaan ke Rp100 Miliar

Fast Track Financing Batch II-2026 kemudian dibuka dengan target lebih besar, yaitu hingga USD 6 Juta  atau Rp100 Miliar untuk 10 perusahaan terpilih.

Tayang:
Editor: Siti Fatimah
Tribun Jabar/Dok modalSaham
REZA ALKHAWARISMI - CEO PT Modal Saham Asia Investama, perusahaan private equity yang beroperasi dengan nama  ModalSaham, Muhammad Reza Alkhawarismi. Reza saat ini menjabat sebagai Ketua Kompartemen Keuangan, Perbankan, dan  Perencanaan Pembangunan BPD HIPMI Jawa Barat periode 2025-2028. 

Ringkasan Berita:
  • Ekspansi bisnis sehat peserta ModalSaham Fast Track Financing Batch I 2025 (pendanaan Rp40 Miliar) berhasil meningkatkan omzet 2–3 kali lipat dalam setahun
  • CEO PT Modal Saham Asia Investama, perusahaan private equity yang beroperasi dengan nama  ModalSaham, Muhammad Reza Alkhawarismi, menyatakan bahwa Batch I memperlihatkan perusahaan  yang tepat dapat tumbuh cepat ketika pembiayaan masuk pada waktu yang tepat.

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Ekspansi bisnis yang sehat biasanya terlihat dari dua tanda yang mudah dibaca, yaitu aset bertambah dan  omzet meningkat. Hal itu menjadi cerita utama dari peserta ModalSaham Fast Track Financing Batch I 2025. Setelah mendapat penyaluran pembiayaan Rp40 Miliar, sejumlah perusahaan terpilih mampu  membeli aset operasional secara cash, mempercepat pekerjaan, memperbesar kapasitas, dan menaikkan  omzet hingga 2 sampai 3 kali lipat dalam satu tahun. 

CEO PT Modal Saham Asia Investama, perusahaan private equity yang beroperasi dengan nama  ModalSaham, Muhammad Reza Alkhawarismi, menyatakan bahwa Batch I memperlihatkan perusahaan  yang tepat dapat tumbuh cepat ketika pembiayaan masuk pada waktu yang tepat.

Menurutnya,  pembiayaan tidak boleh berhenti pada pencairan, karena dana yang diterima harus berubah menjadi aset,  pekerjaan, arus kas, dan rencana naik kelas yang dapat diukur. 

Pada Batch I, penyaluran pembiayaan menyasar sektor electric vehicle, fabrikasi, konveksi, konstruksi,  logistik, outsourcing, pangan, perminyakan, dan teknologi.

Sektor tersebut memiliki kebutuhan yang  berbeda, tetapi pola masalahnya mirip.

REZA ALKHAWARISMI - CEO PT Modal Saham Asia Investama, perusahaan private equity yang beroperasi dengan nama  ModalSaham, Muhammad Reza Alkhawarismi,
REZA ALKHAWARISMI - CEO PT Modal Saham Asia Investama, perusahaan private equity yang beroperasi dengan nama ModalSaham, Muhammad Reza Alkhawarismi, (Tribun Jabar/Dok M Reza A)

Perusahaan sudah memiliki pelanggan, pesanan, kontrak, atau  proyek, tetapi membutuhkan tambahan kas untuk membeli peralatan, kendaraan, mesin, bahan baku,  persediaan, atau lokasi kerja yang lebih layak. 

Kebutuhan seperti ini sering muncul pada perusahaan B2B. Invoice belum cair, termin proyek belum  turun, atau pembayaran dari pelanggan membutuhkan waktu.

Sementara itu, biaya operasional berjalan  setiap hari.

Gaji harus dibayar, barang harus dikirim, pesanan harus diproduksi, dan aset pendukung harus  tersedia. Jika perusahaan tidak punya ruang kas yang cukup, peluang besar dapat berubah menjadi  tekanan. 

Di sisi lain, perusahaan yang sudah memiliki transaksi nyata memiliki nilai yang kuat.

Rekam proyek, repeat  order, pelanggan institusi, dan permintaan pasar menjadi dasar bahwa bisnis tersebut memiliki peluang tumbuh.

Risiko tetap ada, terutama ketika pembukuan belum rapi, piutang terlalu panjang, aset belum  produktif, atau kapasitas manajemen belum secepat pertumbuhan penjualan.

Karena itu, ModalSaham  membaca kebutuhan pembiayaan secara utuh, bukan hanya dari besar nominal yang diminta. 

“Kami belajar dari Batch I bahwa pembiayaan yang produktif harus terasa di operasional. Ketika dana  dipakai untuk membeli truk, dampaknya harus terlihat pada pengiriman. Ketika dana dipakai untuk  membeli mesin, dampaknya harus terlihat pada produksi. Ketika dana dipakai untuk membeli gudang atau  pabrik, dampaknya harus terlihat pada kapasitas dan efisiensi. Jadi ukurannya bukan hanya cair atau tidak  cair, tetapi apakah pembiayaan itu benar-benar membuat perusahaan bergerak lebih cepat”, papar Reza. 

Fast Track Financing Batch II-2026 kemudian dibuka dengan target lebih besar, yaitu hingga USD 6 Juta  atau Rp100 Miliar untuk 10 perusahaan terpilih.

Sumber: Tribun Jabar
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved