Selasa, 19 Mei 2026

DPRD Jabar Soroti Soal Program Pendidikan Karakter Panca Waluya

Zaini Shofari mengeluhkan tak pernah DPRD Jabar khususnya Komisi V diajak berbicara atau berdiskusi terkait program pendidikan karakter

Tayang:
Dok Zaini Shofari
ZAINI SHOFARI - Anggota Komisi V DPRD Jabar dari PPP, Zaini Shofari 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Muhamad Nandri Prilatama

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Anggota Komisi V DPRD Jabar dari PPP, Zaini Shofari mengeluhkan tak pernah DPRD Jabar khususnya Komisi V diajak berbicara atau berdiskusi terkait program pengiriman anak-anak atau pelajar yang nakal ke barak militer.

Zaini menyebut, sepanjang program tersebut bergulir hingga saat ini Dinas Pendidikan untuk mengajak Komisi V menetapkan lokus atau titiknya, bahkan melihat secara langsung seperti apa pembinaannya.

"Tahu-tahu ketika lagi pembahasan tiba-tiba pernah disebut anggaran untuk pendidikan karakter Panca Waluya hari ini disebutnya dan tak ada lagi istilah barak, karena barak dahulu kan secara spontan saja gubernur penyebutannya tetap berjalan programnya dan anggarannya juga ada. Tapi, saya tak tahu output input seperti apa. Karena memang kami tak pernah terlibat atau dilibatkan secara langsung," katanya, Kamis (27/11/2025).

Namun, Zaini pun mengaku akan berencana memantau langsung terkait program ini sudah seperti apa dan sudah versi ke berapa.

Kepala Dinas Pendidikan Jabar, Purwanto sebelumnya sempat menegaskan bahwa program pendidikan karakter Panca Waluya ini tak berhenti di tahap pelatihan, melainkan berlanjut dalam bentuk pendampingan dan pengawasan berkelanjutan bagi para siswa melalui komunitas ksatria Panca Waluya.

"Pendidikan karakter memerlukan kolaborasi lintas unsur agar nilai-nilai yang sudah ditanamkan selama pelatihan tak berhenti begitu saja. Program ini perlu pendampingan, pengawalan, dan pengendalian supaya tak berhenti di tahap pelatihan," ujar Purwanto.

Kadisdik Jabar pun menugaskan seluruh kepala kantor cabang dinas atau KCD pendidikan di Jabar melakukan pendataan menyeluruh terhadap alumni pendidikan karakter Panca Waluya di wilayahnya masing-masing.

Purwanto juga mendorong kepala sekolah, guru BK, dan KCD saling terhubung secara aktif untuk memastikan setiap anak berada dalam jalur pembinaan yang tepat.

Sumber: Tribun Jabar
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved