Arief Maoshul Affandy Sebut Kesiapan Juleha Tahun Ini Lebih Matang Jelang Idul Adha
Arief Maoshul Affandy, menyebut kesiapan juru sembelih halal (Juleha) di Jawa Barat menjelang Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah
Penulis: Nazmi Abdurrahman | Editor: Siti Fatimah
Ringkasan Berita:
- Anggota Komisi II DPRD Jawa Barat dari Fraksi PPP, Arief Maoshul Affandy, menyebut kesiapan juru sembelih halal (Juleha) di Jawa Barat menjelang Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah tahun ini, jauh lebih matang dibandingkan tahun sebelumnya
- Peningkatan kesiapan itu terlihat dari koordinasi yang terus dilakukan antara Komisi II DPRD Jabar dengan Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan (DKPP) Jawa Barat, termasuk kesiapan teknis para Juleha di RPH maupun di lingkungan Dewan Kemakmuran Masjid (DKM)
Laporan Wartawan Tribunjabar.id, Nazmi Abdurrahman
TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG- Anggota Komisi II DPRD Jawa Barat dari Fraksi PPP, Arief Maoshul Affandy, menyebut kesiapan juru sembelih halal (Juleha) di Jawa Barat menjelang Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah tahun ini, jauh lebih matang dibandingkan tahun sebelumnya.
Menurutnya, peningkatan kesiapan itu terlihat dari koordinasi yang terus dilakukan antara Komisi II DPRD Jabar dengan Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan (DKPP) Jawa Barat, termasuk kesiapan teknis para Juleha di rumah potong hewan (RPH) maupun di lingkungan Dewan Kemakmuran Masjid (DKM).
“Pertama terkait kesiapan Juleha menjelang Idul Adha di Jawa Barat, tentu kami di DPRD Jabar melihat Juleha tahun ini lebih matang dari tahun sebelumnya. Komisi II juga terus berkoordinasi dengan DKPP untuk memastikan para Juleha baik di RPH maupun lingkungan DKM sudah siap secara teknis,” ujar Arief, Kamis (14/5/2026).
Arief juga mengapresiasi para relawan Juleha yang telah melakukan simulasi penyembelihan menjelang hari pelaksanaan kurban.
“Kami mengapresiasi para relawan Juleha dalam melakukan simulasi menjelang hari H penyembelihan,” katanya.
Meski demikian, Arief mengakui jumlah Juleha bersertifikat di Jawa Barat masih belum ideal untuk menjangkau ribuan titik penyembelihan hewan kurban yang tersebar di berbagai daerah.
“Kalau bicara jujur, idealnya untuk mencakup ribuan titik penyembelihan di seluruh pelosok Jabar, kita memang masih butuh banyak,” ucapnya.
Namun, Arief menilai Pemerintah Provinsi Jawa Barat saat ini bergerak cepat dalam mempercepat sertifikasi Juleha menuju penerapan wajib halal pada Oktober 2026 mendatang.
“Saat ini Jawa Barat adalah salah satu provinsi dengan akselerasi sertifikasi tercepat menuju wajib halal Oktober 2026. Kami terus mendorong penambahan kuota sertifikasi gratis agar setiap kecamatan minimal memiliki tim Juleha inti sebagai mentor bagi masyarakat,” katanya.
Arief menegaskan, DPRD Jabar juga mendukung peningkatan kualitas dan kompetensi para Juleha melalui pelatihan yang didukung anggaran daerah.
“Kami di Komisi II secara aktif mendorong alokasi APBD untuk memperbanyak pelatihan, minimal ada training of trainer (TOT) bagi pengurus DKM,” ucapnya.
Arief menambahkan, target satu desa satu Juleha bersertifikat menjadi salah satu upaya untuk memastikan proses penyembelihan hewan kurban sesuai syariat sekaligus memenuhi standar kesehatan.
“Kami ingin satu desa satu Juleha bersertifikat, karena sertifikasi bukan hanya formalitas, tapi menjadi jaminan umat bahwa ibadahnya sah secara syariat dan higienis secara medis,” katanya.
| Tetep Abdulatip: Pertumbuhan Ekonomi Jabar Harus Berdampak Nyata ke Masyarakat, Bukan Sekadar Angka |
|
|---|
| Wacana Jalan Berbayar Berpotensi Picu Pro dan Kontra, Uden: Perlu Uji Publik Sebelum Diterapkan |
|
|---|
| Uden Dida Efendi Sebut Wacana Jalan Berbayar Butuh Kajian Matang |
|
|---|
| Tetep Abdulatip Soroti Pertumbuhan Ekonomi Jabar 5,79 Persen: Harus Diuji Dampaknya ke Masyarakat |
|
|---|
| DPRD Jabar Minta Milangkala Tatar Sunda Lebih Bermanfaat bagi Masyarakat |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/Anggota-DPRD-Jabar-dari-fraksi-PPP-Arief-Maoshul-Affandy-saat-sosialisasi-peraturan-daerah.jpg)