Sabtu, 16 Mei 2026

DPRD Jabar: Keluhan Warga Soal Harga Pangan Naik hingga Dampak MBG Harus Jadi Perhatian

Tetep Abdulatip, menerima banyak keluhan dari masyarakat di daerah pemilihannya terkait ekonomi yang semakin sulit.

Tayang:
Penulis: Nazmi Abdurrahman | Editor: Siti Fatimah
Tribun Jabar/Napisah
TETEP ABDULATIP - Anggota Komisi III DPRD Jawa Barat dari Fraksi PKS, Tetep Abdulatip, menerima banyak keluhan dari masyarakat di daerah pemilihannya terkait ekonomi yang semakin sulit. 
Ringkasan Berita:
  • Anggota Komisi III DPRD Jawa Barat dari Fraksi PKS, Tetep Abdulatip, menerima banyak keluhan dari masyarakat di daerah pemilihannya terkait ekonomi yang semakin sulit
  • Masyarakat masih menghadapi kenaikan harga kebutuhan pokok, mahalnya pupuk, hingga tingginya harga pakan ternak

Laporan Wartawan Tribunjabar.id, Nazmi Abdurrahman

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG- Anggota Komisi III DPRD Jawa Barat dari Fraksi PKS, Tetep Abdulatip, menerima banyak keluhan dari masyarakat di daerah pemilihannya terkait ekonomi yang semakin sulit.

Menurutnya, masyarakat masih menghadapi kenaikan harga kebutuhan pokok, mahalnya pupuk, hingga tingginya harga pakan ternak.

“Harga beras, telur, daging, sampai pakan semuanya naik. Ini yang dirasakan langsung oleh masyarakat,” ujar Tetep, Jumat (16/5/2026).

Tetep menilai kondisi tersebut menunjukkan bahwa penguatan ekonomi masyarakat di tingkat bawah masih belum optimal, meskipun secara makro ekonomi Jawa Barat dinilai tumbuh positif.

Tetep juga menyoroti kondisi pasar tradisional yang dinilai terdampak perubahan pola distribusi barang sejak adanya dapur Makan Bergizi Gratis (MBG), termasuk skema pembelian oleh sektor besar yang tidak melibatkan pasar lokal secara langsung.

Hal tersebut, menurutnya, berdampak pada terganggunya rantai pasok di tingkat kecamatan dan kabupaten.

“Pasar tradisional di tingkat bawah justru merasakan dampaknya karena distribusi tidak lagi berpihak pada pasar lokal,” katanya.

Tetep menegaskan, pemerintah daerah perlu memastikan bahwa pertumbuhan ekonomi tidak hanya kuat di atas kertas, tetapi juga benar-benar menyentuh kebutuhan dasar masyarakat.

“Pertumbuhan ekonomi harus berdampak langsung pada kesejahteraan masyarakat, bukan sekadar angka statistik,” katanya.

Sumber: Tribun Jabar
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved