Di Balik Indahnya Alam Sumedang, 80 Persen Wilayahnya Rawan Bencana
Indah namun menyimpan bahaya besar. Itulah gambaran alam Kabupaten Sumedang, Jawa Barat.
Penulis: Seli Andina Miranti | Editor: Januar Pribadi Hamel
TRIBUNJABAR.ID, SUMEDANG - Indah namun menyimpan bahaya besar. Itulah gambaran alam Kabupaten Sumedang, Jawa Barat.
Alam pegunungan yang indah di Kabupaten Sumedang ternyata mengandung bahaya bagi masyarakatnya, yaitu bencana alam.
Delapan puluh persen wilayah Kabupaten Sumedang rupanya merupakan daerah rawan bencana.
Hal tersebut disampaikan Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sumedang, Atang Sutarno, saat dihubungi melalui telepon, Kamis (30/1/2025).
"Sumedang itu topografinya bergunung-gunung, otomatis rawan banjri dan longsor. Belum lagi banyak pohon, sebagian sudah tua," ujar Atang Sutarno.
Selama 2025 saja, terdapat 16 peristiwa bencana alam yang menonjol.
Baca juga: Pohon Tumbang Timpa SDN Sukasari Cianjur Bikin 3 Ruang Kelas Rusak, Kini Tak Bisa Digunakan
Atang menyebut, salah satunya adalah tanah longsor yang menimpa rumah di Kecamtan Sukasari.
Menurut Atang, awal 2025 diwarnai banyak bencana alam karena bertepatan dengan musim hujan.
"2025 bertepatan dengan musim penghujan, hidrometeorologi ekstrem, otomatis banyak bencana basah seperti banjir dan longsor," ujarnya.
Hal ini, menurut Atang Sutarno, sesuai dengan kajian Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika.
Kesadaran Masyarakat
Rupanya, salah satu faktor yang menyebabkan banyak bencana memakan korban adalah masyarakat yang tidak menyadari bahaya alam.
Atang mengatakan, banyak masyarakat yang tak menyadari daerah-daerah yang tidak boleh dibangun.
Baca juga: Waspada saat Lewat Cadas Pangeran Sumedang, Tiga Hari ke Depan Ada Penebangan Pohon
"Masyarakat kadang-kadang tidak menyadari bahayanya. Ada daerah tepian tebing dibangun tanpa penanaman pohon, lalu drainasenya, akhirnya longsor karena drainase tidak diatur," ujarnya.
Tak hanya itu, masih banyak warga yang menebang pohon sembarangan dan melakukan alih fungsi lahan tanpa memikirkan dampaknya, seperti mendirikan perumahan di area pesawahan.
| Soroti Kasus Bayi Meninggal dalam Kandungan di Sumedang, DPRD Jabar Minta Perkuat Edukasi Kesehatan |
|
|---|
| Kasus Bayi Meninggal di Sumedang, Dinkes Jabar Sebut RS Pakuwon Sudah Siapkan Dokter Pengganti |
|
|---|
| Ada 62 Kasus Kematian Bayi di Sumedang dari Januari 2026, Terbaru Bayi Rosita, Mayoritas karena BBLR |
|
|---|
| Kasus Bayi Meninggal Diduga Ditolak RS Pakuwon, Wakil Ketua DPRD Sumedang Minta SOP Dicek |
|
|---|
| Soroti Kasus RS Pakuwon, Dinkes Jabar Sebut Idealnya Setiap RS Punya Lebih dari Dua Dokter Kandungan |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/Pohon-tumbang-di-tebing-Jalan-Raya-Cadas-Pangeran-Sumedang-Rabu-6122023-sore.jpg)