Meta Akan Stop Cek Fakta, Bagaimana Nasib Media Massa Arus Utama?
Harian Kompas (14/1/25) juga menurunkan tulisan tentang Rencana Meta Hentikan Cek Fakta Picu Kekhawatiran.
Media massa arus utama dengan konten jurnalistiknya akan berada dalam situasi tersebut, apabila kalah modal, apalagi jika arus revenuenya macet. Media berpotensi ditinggalkan publik, bahkan bisa padam seketika.
Pukulan Meta tidak hanya dengan menghapus fitur cek fakta, tetapi juga meluncurkan MetaAI yang memaksa media arus utama bekerja lebih keras lagi supaya bisa bertahan agar tidak tidak tenggelam.
Kecerdasan buatan dan langkah meta ini mengubah landscape media.
Media harus terus berinovasi, dan adaptif lebih cepat agar tidak ditinggal.
Kalau dulu, sebuah media massa arus utama akan berinovasi itu setahun sekali, melalui rencana kerja tahunan. tetapi kini sepertinya media massa harus berinovasi hampir setiap bulan bahkan setiap hari agar bisa terus mengimbangi perubahan teknologi dan perubahan landscape bisnis media.
Langkah meta ini perlu diantisipasi oleh seluruh stakeholder media massa arus utama dari sisi bisnis.
Jangan sampai produk jurnalistik yang faktual, berbasis data, terverifikasi “dikeroyok” oleh catatan komunitas ala meta dan akhirnya babak belur digantikan oleh pendapat komunitas yang belum tentu benar dan sahih, bahkan bisa berubah menjadi propaganda dan berakhir dengan kesalahan logika massal.
Seberapa pun profesional, kredibel dan dipercayanya sebuah media massa arus utama saat ini akan menjadi tidak berarti, jika ke depannya tidak lagi menjadi rujukan para pemilik platform besar seperti Meta atau Google.
Media akan makin sulit dan sempit ruang gerak bisnis dan usahanya.
Terlebih sampai saat ini aturan mengenai publisher rights juga belum terimplementasi.
Diperlukan terobosan bersama para stakeholder media massa, untuk mengantisipasinya terutama dari sisi bisnis dan revenue.
Semoga para stakeholder media massa arus utama menangkap “alert” ini.
Semoga produk jurnalisitk baik dan bermutu tidak kalah dari konten disinformatif, propagandis sebagai akibat kebijakan community notes.
Sekiranya penggalan lirik dari penyanyi lagunya banyak diputar di aplikasi spotify 2024 Bernadya relate dengan kondisi saat ini dan masa depan.
” Ku karang cerita yang semula tak ada..caraku sampaikan seolah semua nyata..
Agar semuanya setuju, dan yakin pada pilihanku..memilihmu”
-Kini Mereka Tahu- Bernadya
| Tantangan Berat Penyiaran Jabar: Menjaga Karakter Bangsa di Tengah Regulasi yang Belum Memihak |
|
|---|
| Tribun Jabar Bersilaturahmi ke Diskominfo Indramayu, Sepakat Lanjutkan Kolaborasi |
|
|---|
| Pertamina Patra Niaga Regional JBB Tinjau Distribusi Avtur di AFT Halim bersama Pemred Media Massa |
|
|---|
| Kopjas BLM Kolaborasi dengan BPR Indramayu Jabar Salurkan Kredit bagi Pensiunan ASN dan TNI/Polri |
|
|---|
| bank bjb Dukung Pertumbuhan Pedagang Lewat Program bjb Sambang Pasar |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/Meta-AI-di-WhatsApp.jpg)