Kamis, 14 Mei 2026

DAFTAR Pembantu Prabowo yang Dinilai Kontroversi, Padahal Belum 100 Hari Duduki Jabatan

Para pembantu Presiden Prabowo Subianto yang dinilai kontroversi ini mulai dari menteri hingga utusan khusus. 

Tayang:
Tribunnews kolase
Daftar nama kabinet Prabowo Gibran, partai nonparlemen pun tak ketinggalan kebagian jatah menteri atau wakil menteri. 

TRIBUNJABAR.ID - Era kepemimpinan Presiden Prabowo beserta pembantu-pembantunya baru saja dimulai.  

Namun belum 100 hari masa kerja, sejumlah pembantu ini sudah berbuat kontroversi.

Para pembantu Presiden Prabowo Subianto yang dinilai kontroversi ini mulai dari menteri hingga utusan khusus. 

Terbaru, Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek), Satryo Soemantri Brodjonegoro, didemo pegawai di kementeriannya.

Sebelumnya, selain Satryo Soemantri Brodjonegoro, ada sederet pembantu presiden lainnya yang tersandung masalah dan membuat kontroversi.

Berikur adalah daftarnya:

1. Yandri Susanto

Pertama, ada Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Mendes-PDT), Yandri Susanto.

Yandri diketahui membuat surat undangan dengan kop dan stempel resmi Kementerian PDT yang ditandatangani oleh Yandri Susanto untuk acara pribadi.

Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal Yandri Susanto diduga mengeluarkan surat undangan acara keluarga kepada para kepala desa menggunakan kop dan stempel kementerian.
Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal Yandri Susanto diduga mengeluarkan surat undangan acara keluarga kepada para kepala desa menggunakan kop dan stempel kementerian. (Istimewa)

Acara tersebut merupakan peringatan haul kedua almarhumah ibunya, Hj Biasmawati dan undangannya mencakup perayaan Hari Santri tahun 2024 serta Tasyakuran

Apa yang dilakukan Yandri tersebut lantas menuai sorotan dan kritikan. Termasuk dari eks Menko Polhukam Mahfud MD yang menyebarkan informasi tersebut ke publik. 

Mahfud MD menilai tindakan Yandri sebagai pelanggaran etika birokrasi.

Politikus asal Partai Amanat Nasional (PAN) itu segera mengklarifikasi. Ia mengakui penggunaan kop surat kementerian untuk acara pribadi murni kesalahan administrasi.

Ia juga berjanji tidak akan mengulangi lagi serta menegaskan, tidak menggunakan uang kementerian untuk acara tersebut, meskipun undangan menggunakan kop kementerian. 

"Tapi intinya dari acara itu tidak satu sen pun uang Kemendes yang saya gunakan, demi Allah, demi Rasul, enggak ada," ujar Yandri di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Rabu (23/10/2024).

Sumber: Tribun Jabar
Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved