5 Fakta Jembatan Cirahong dari Sejarah hingga Kontroversi Dugaan Pungli
Berikut inilah fakta-fakta menarik tentang Jembatan Cirahong dari sejarah hingga kontroversinya yang kini muncul terkait dugaan pungli.
Penulis: Hilda Rubiah | Editor: Hilda Rubiah
Ringkasan Berita:
- Fakta Warisan Kolonial: Jembatan peninggalan Belanda tahun 1893 ini memiliki struktur unik dua tingkat; bagian atas untuk kereta api dan bagian bawah untuk kendaraan roda dua serta pejalan kaki.
- Revitalisasi: Pemprov Jabar di bawah Gubernur Dedi Mulyadi telah mengalokasikan anggaran lebih dari Rp1 miliar untuk perbaikan lantai, serta merencanakan meningkatkan aspek estetika dan keamanan.
- Sukarela vs Pungli: Muncul perdebatan di media sosial mengenai warga yang memungut uang dari pengendara.
TRIBUNJABAR.ID - Belakangan ini Jembatan Cirahong viral setelah video unggahan yang menarasikan bahwa pengendara membayar saat melintas di jembatan tersebut.
Video yang diunggah akun X @FZA_007 itu telah ditonton ratusan ribu kali dan memancing perdebatan di kalangan warganet.
Sebagian warganet menyebut pemerian uang tersebut dilakukan sukarela dan dianggap membantu pengendara dalam menjaga ketertiban dan mengatur lalu lintas di jembatan tersebut.
Namun sebagian warganet yang tak setuju tetap menganggap aksi pemberian uang sukarela itu sebagai pungli.
Hal itu lantaran mengingat fasilitas Jembatan Cirahong tersebut milik PT KAI dan dikelola pemerintah daerah sehingga tidak ada kaitannya dengan kepentingan warga untuk bisa memanfaatkan dan meraup keuntungan.
Meski salah satu Kepala Desa (Kades) telah membeberkan klarifikasi bahwa pungutan sukarela dan uang penghasilannya digunakan untuk operasional dan perbaikan fasilitas.
Baca juga: Respons Dedi Mulyadi Soal Dugaan Pungli di Jembatan Cirahong, Berikan Solusi
Lantas, karena kontroversi itu Jembatan Cirahong menjadi sorotan.
Berikut fakta-fakta menarik tentang Jembatan Cirahong, dari sejarah hingga kontroversi dugaan pungli.
1. Peninggalan Kolonial Belanda
Sebagai informasi, secara administratif, keberadaan Jembatan Cirahong tersebut berada di dua desa, yakni Desa Pawindan dan Desa Panyingkiran.
Diketahui Jembatan Cirahong ini dibangun oleh perusahaan kereta api milik pemerintah Hindia Belanda, Staatspoorwegen (SS), sebagai bagian dari pembangunan jalur kereta api lintas selatan Jawa (jalur Bandung-Banjar-Yogyakarta).
Dikutip dari Buku Sejarah Perkeretaapian Indonesia ditulis Sjarifuddin, dkk, Jembatan Cirahong diresmikan pada tahun 1893.
2. Satu-satunya Jembatan "Double Deck" di Indonesia
Salah satu fakta sejarah lainnya tentang Jembatan Cirahong ini adalah sistem pembangunannya.
Dikutip dari PT Kereta Api Indonesia (Persero) dan catatan sejarah perkeretaapian Hindia Belanda, Jembatan Cirahong adalah pembangunan strukturnya yang bertingkat dua (double deck).
Bagian atas digunakan untuk jalur kereta api, sementara bagian bawahnya digunakan untuk kendaraan roda dua, pejalan kaki, dan (dulu) bahkan bisa dilalui kendaraan roda empat kecil.
Namun, sejak tahun 2021-2022, PT KAI dan pemerintah setempat mulai melakukan pembatasan ketat demi menjaga beban struktur jembatan yang sudah tua.
Saat ini, kendaraan roda empat (mobil) sudah dilarang melintas di bagian bawah jembatan untuk menjaga keselamatan dan umur teknis baja.
3. Dirancang Arsitek asal Belanda
| DPRD Jabar Apresiasi Dedi Mulyadi yang Berikan Bonus Rp1 Miliar untuk Persib Bandung |
|
|---|
| BPS Catat Kinerja Jabar Lampaui Nasional, Dedi Mulyadi: Hasil Kerja Kolektif |
|
|---|
| Tumpukan Sampah di TPS Pasar Baleendah Bandung Ternyata Sempat Tak Diangkut Sejak Awal Mei |
|
|---|
| KDM Tekankan Sinergitas dan Harmonisasi Saat Sambut Kajati Baru |
|
|---|
| Lelang Proyek Infrastruktur Pemprov Jabar Sempat Sepi Peminat Akibat Rupiah Melemah |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/Jembatan-KA-Cirahong-1.jpg)