Murid SDN Mayangan Subang Dipulangkan karena Sekolah Terencam Banjir Rob

Banjir rob yang melanda pesisir utara Subang, Jawa Barat, tidak hanya merendam ribuan rumah.

Penulis: Ahya Nurdin | Editor: Giri
Tribun Jabar/Ahya Nurdin
Murid SDN Mayangan, Subang, dipulangkan karena sekolah terendam banjir rob, Senin (13/1/2025). 

Laporan Kontributor Tribunjabar.id, Subang, Ahya Nurdin 

TRIBUNJABAR.ID, SUBANG - Banjir rob yang melanda pesisir utara Subang, Jawa Barat, tidak hanya merendam ribuan rumah dan lahan tambak di lima desa yang terdapat di dua kecamatan. Banjir rob juga merendam  SDN Mayangan di Desa Mayangan, Kecamatan Legonkulon.

Akibat banjir rob tersebut, kegiatan belajar-mengajar di SDN Mayangan terpaksa dihentikan karena sekolah terendam air.

Guna mengantisipasi kemungkinan adanya banjir rob yang lebih besar, para murid terpaksa dipulangkan untuk belajar di rumah, Senin (13/1/2025).

"KBM hari ini kami tiadakan karena halaman dan ruang kelas terendam banjir. Anak-anak juga sudah kami pulangkan," kata Kapala SDN Mayangan, Mustofa, Senin.

Baca juga: Genangan Banjir Gedebage Masih 17 Ribu Meter Kubik, Pemkot Bandung Butuh Tambahan Kolam Retensi

Mustofa mengatakan, murid dipulangkan karena dikhawatirkan banjir rob makin tinggi debit airnya.

"Untuk evakuasi anak-anak dari sekolah tadi kami dibantu juga oleh pihak BPBD," katanya.

Menurut Mustofa, banjir rob yang merendam SDN Mayangan bukan kali pertama. Kondisi seperti ini sudah sering terjadi sehingga aktivitas belajar pun terganggu.

"Tentunya kami meminta pemerintah agar bertindak serius untuk menangani banjir rob ini dan juga semoga untuk SDN Mayangan ada solusi agar anak-anak bisa belajar dengan tenang tanpa dihantui oleh air rob," katanya.

Baca juga: Banjir Rob Genangi Pesisir Pantura Subang, Permukiman dan Lahan Tambak Warga di Lima Desa Terendam

Banjir rob yang terjadi sejak akhir 2024 terus melanda wilayah pesisir pantai utara Subang dan telah merendam ribuan rumah di dua kecamatan. 

Namun, banjir rob yang telah berlangsung puluhan tahun dan bahkan telah menenggelamkan sebagian besar wilayah Desa Mayangan hingga saat ini belum ada solusi nyata dari pemerintah khususnya untuk pembuatan tanggul pemecah ombak. (*)

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved