Rabu, 22 April 2026

Cawabup Ciamis Meninggal Dunia

Sosok Yana D Putra di Mata Tokoh Agama di Ciamis, Rendah Hati dan Berwibawa

Yana D Putra dikenal sebagai seorang tokoh yang dikenal rendah hati dan berwibawa. Yana juga memiliki pergaulan yang sangat luas. 

Penulis: Ai Sani Nuraini | Editor: Giri
Tribun Priangan/Ai Sani
Nonop Hanafi, tokoh agama Ciamis. 

Laporan Wartawan TribunPriangan.com, Ai Sani Nuraini

TRIBUNJABAR.ID, CIAMIS – Nonop Hanafi, tokoh agama di Kabupaten Ciamis, menyebut Yana D Putra dikenal sebagai seorang tokoh yang dikenal rendah hati dan berwibawa. Yana juga memiliki pergaulan yang sangat luas. 

"Almarhum meninggal dunia pada hari ini dan meninggalkan duka mendalam bagi keluarga, sahabat, serta masyarakat Ciamis yang mengenalnya," ujar Nonop kepada wartawan, Senin (25/11/2024).

Nonop mengatakan, almarhum Yana D Putra berasal dari keluarga besar Bustomi, dikenal sebagai sosok yang aktif di dunia politik dan memiliki hubungan erat dengan para tokoh agama, ulama, hingga pengusaha. 

Kesehariannya yang penuh semangat serta sikapnya yang tanpa sekat membuat Yana begitu dicintai banyak kalangan. 

Baca juga: KPU Jabar Pastikan Surat Suara Pilbup Ciamis Tidak Berubah meski Cawabup Yana D Putra Berpulang

"Kami biasa memanggil beliau 'Mang', bukan 'Pak', karena beliau selalu menciptakan suasana akrab tanpa membedakan status atau jabatan," ucap Nonop.

Sebelum meninggal pada hari ini, Yana masih menghadiri acara kampanye terakhir dan berbincang hangat bersama sahabat dan kolega di rumah calon bupati Ciamis, Herdiat Sunarya, Sabtu (23/11/2024).

Dalam kesempatan tersebut, Yana menunjukkan optimisme tinggi terhadap masa depan dunia politik, yang mencerminkan keyakinannya untuk terus berbuat baik demi bangsa, agama, dan negara.

Sebagai seorang politisi sekaligus birokrat, Yana dikenal sebagai pemimpin yang dekat dengan rakyat. 

Baca juga: Cawabup Ciamis Yana D Putra Meninggal karena Serangan Jantung, Sempat Alami Sesak

Banyak yang merasa kehilangan bukan hanya sebagai teman atau sahabat, tetapi juga sebagai pemimpin yang mengayomi.

"Beliau adalah pemenang sejati, meski beliau tidak lagi bersama kita, pengabdian terakhirnya adalah bukti dedikasi terbaik untuk masyarakat dan bangsa. Semoga keteladanan dan semangat hidup beliau menjadi inspirasi bagi generasi berikutnya," ucap Nonop.

Yana meninggal pada hari ini diduga karena serangan jantung. Dia sempat dirawat di RS Boromeus Bandung.

Yana meninggal dalam usia 47 tahun. (*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved