Minggu, 17 Mei 2026

Penggilingan Padi Milik Seorang Dosen di Ciamis Terbakar, Kerugian Capai Rp200 Juta

Sebuah bangunan penggilingan padi di Dusun Cijulang, Desa Cijulang, Kecamatan Cihaurbeuti, Ciamis, terbakar Jumat (17/4/2026) malam.

Tayang:
Istimewa/Damkar Ciamis
PADAMKAN API - Seorang petugas Damkar sedang memadamkan api yang menghanguskan tempat penggilingan padi di Dusun Cijulang, Desa Cijulang, Kecamatan Cihaurbeuti, Kabupaten Ciamis, Jumat (17/4/2026) malam. Kerugian mencapai sekitar Rp200 juta. 

Ringkasan Berita:
  • Bangunan penggilingan padi di Dusun Cijulang, Desa Cijulang, Kecamatan Cihaurbeuti, Kabupaten Ciamis, terbakar Jumat (17/4/2026) malam
  • Bangunan milik Cucu Hidayat (65), seorang dosen di Ciamis, itu terbakar cukup parah dengan luas area terdampak mencapai sekitar 8 x 15 meter dari total bangunan 8 x 20 meter
  • Diduga berasal dari korsleting listrik
  • Saat petugas Damkar tiba, api sudah membesar dan melahap sebagian bangunan serta tumpukan gabah di dalamnya

Laporan Wartawan TribunPriangan.com, Ai Sani Nuraini

TRIBUNPRIANGAN.COM, CIAMIS – Sebuah bangunan penggilingan padi di Dusun Cijulang, Desa Cijulang, Kecamatan Cihaurbeuti, Kabupaten Ciamis, terbakar Jumat (17/4/2026) malam.

Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 22.30 dan diduga dipicu oleh korsleting listrik.

Bangunan milik Cucu Hidayat (65), seorang dosen di Ciamis, itu terbakar cukup parah dengan luas area terdampak mencapai sekitar 8 x 15 meter dari total bangunan 8 x 20 meter.

Kepala Bidang Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Satpol PP Ciamis, Budi Rahmat, mengatakan pihaknya menerima laporan kebakaran pada pukul 23.12 WIB.

“Petugas langsung berangkat ke lokasi setelah menerima laporan dari warga dan tiba sekitar pukul 23.26 WIB dengan respon time 14 menit,” ujarnya, Sabtu (18/4/2026).

Baca juga: ASN Ciamis Terapkan WFH Setiap Jumat, Wajib Absen 3 Kali Sehari

Menurutnya, saat petugas tiba, api sudah membesar dan melahap sebagian bangunan serta tumpukan gabah di dalamnya.

Warga yang melihat kobaran api sebelumnya sempat khawatir api akan merembet ke rumah di sekitar lokasi.

“Petugas segera melakukan pemadaman dan pendinginan untuk memastikan api benar-benar padam,” katanya.

Proses penanganan kebakaran selesai sekitar pukul 00.25 WIB dengan melibatkan dua unit armada, yakni mobil pancar dan mobil tangki water supply, serta empat personel.

Tidak ada korban jiwa maupun luka dalam kejadian tersebut.

Namun, kerugian akibat kebakaran ditaksir mencapai sekitar Rp200 juta.

Selain petugas Damkar, penanganan di lokasi juga melibatkan aparat desa, Polsek Cihaurbeuti, Babinsa Koramil setempat, serta pihak PLN.

Budi mengimbau masyarakat untuk lebih waspada terhadap potensi kebakaran, terutama yang disebabkan oleh instalasi listrik.

Ia juga mengingatkan masyarakat agar segera menghubungi layanan darurat jika terjadi kebakaran melalui nomor 112 atau layanan Damkar setempat.(*)

 

Sumber: Tribun Jabar
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved