Rabu, 29 April 2026

Pilkada Jabar 2024

Debat Perdana Pilgub Jabar, Jawaban Paslon Dinilai Normatif dan Kebanyakan Textbook

Semua paslon harus bisa mengeksplor lagi dan berani tampil beda karena pada debat tersebut hampir seluruh paslon memiliki jawaban yang sama.

Tayang:
tribunjabar
foto suasana debat perdana pilgub jabar 2024 

Namun ketika berbicara dalam konteks besar Provinsi Jawa Barat, kata dia, memang gagasan-gagasan ini perlu rasionalisasi yang cukup bijak, jadi secara keseluruhan gagasan-gagasan yang dituangkan memang belum terlihat out of the track dan perlu sesuatu yang baru.

"Artinya masih normatif, yang mana masih sesuatu yang semua orang bisa melakukan. Misalnya kita berbicara tentang pengangguran yang berjumlah satu juta setengah atau dua juta dan lain sebagainya, tapi kita belum menemukan bagaimana program yang ditawarkan ini bisa dirasionalisasikan kepada masyarakat," katanya.

Namun karema debat ini debat pertama, kata Arlan, semua calon sedikit berhati-hati dalam memberikan argumentasi dan belum terlihat ada sesuatu yang ditawarkan menarik dan berani seperti berbicara konseling, dan kesehatan mental masih sesuatu yang biasa.

Untuk menarik perhatian publik, kata dia, semua paslon harus piawai membagi waktu karena waktu yang disediakan sangat pendek, sehingga berbicara apapun akan langsung menguras waktu, sehingga kepiawaian ini memang sangat dibutuhkan.

"Kalau menurut saya adalah saya melihat bahwa dari keempat calon ini memiliki program-program unggulan, dan program unggulan inilah yang kemudian calon tidak perlu banyak diceritakan," katanya.

Kendati demikian, program-program ini bisa dikemas dengan menghasilkan output, sehingga akan lebih cepat dan masyarakat juga bisa memahami rasionalisasi dari program-program tersebut.

"Kalau misalnya seperti tadi, kita tidak lagi berbicara dalam konteks harus begini. Tadi, soal pengangguran di mana Ronald menjelaskan bahwa ada sekolah seblak, dan menurut saya itu lebih rasional dan cepat supaya lebih menarik mengeksplor gagasan dan idenya," ujarnya.

Arlan mengatakan, semua paslon harus bisa mengeksplor lagi dan berani tampil beda karena pada debat tersebut hampir seluruh paslon memiliki jawaban yang sama dan tujuan yang sama, padahal masyarakat ingin melihat ada sesuatu yang baru dan menjadi pembeda dari semua paslon.

"Jadi, kalau saya lihat semuanya masih sama rata, saya melihat dalam konteks Jeje-Ronal memang lebih ekspresif, karena sekali lagi Ronal adalah seorang MC sehingga pembawaannya tenang dan penekanan intonasi, Pak Jeje juga punya pengalaman jadi hampir semuanya rata," kata Arlan.

Sehingga menurut Arlan  tidak ada pasangan calon yang menonjol dalam debat tersebut, tapi dalam hal gesture pembawaannya, pasangan Ronald-Jeje sedikit lebih ekspresif. Namun, secara substansi belum ada menarik, sehingga masyarakat masih belum bisa menentukan yang terbaik.
 

--

Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved