Minggu, 12 April 2026

Pilkada Jabar 2024

Debat Perdana Pilgub Jabar, Jawaban Paslon Dinilai Normatif dan Kebanyakan Textbook

Semua paslon harus bisa mengeksplor lagi dan berani tampil beda karena pada debat tersebut hampir seluruh paslon memiliki jawaban yang sama.

tribunjabar
foto suasana debat perdana pilgub jabar 2024 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Hilman Kamaludin

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Pengamat Politik dari Universitas Jenderal Ahmad Yani (Unjani), Arlan Siddha menilai jawaban semua pasangan calon normatif dan ada juga yang kebanyakan textbook saat debat Pilgub Jabar.

Debat Pilgub Jabar tersebut diikuti oleh empat pasangan calon yakni Acep Adang-Gitalis Dwi Natarina nomor urut 1, Jeje Wiradinata-Ronal Surapradja nomor urut 2, Ahmad Syaikhu-Ilham Habibie nomor urut 3, dan Dedi Mulyadi-Erwan Setiawan nomor urut 4.

Arlan mengatakan, debat Pilgub Jabar itu sebetulnya cukup menarik terutama pada persoalan-persoalan yang menyentuh masyarakat dan memang familiar di Jawa barat walaupun semua calon berbicara, berhati-hati dan normatif.

"Pola dari debat ini menurut saya menarik ya, karena ketika di segmen saling bertanya, menunjukkan kualitas pertanyaan yang cukup baik. Walaupun ya tadi dijawab dengan cara-cara yang normatif gitu," ujar Arlan saat dihubungi, Senin (11/11/2024).

Selain normatif, kata Arlan, pasangan calon nomor urut satu kebanyakan melihat buku saat debat tersebut, tetapi yang menarik dari pasangan ini selalu ada penekanan bahagia yang terus dikuatkan saat berbicara.

"Kalau kita melihat dari beberapa pasang calon, saya melihat nomor satu textbook sekali ya. Artinya masih membaca, tapi nomor satu menarik juga karena selalu ada penekanan terkait dengan bahagia," katanya.

Baca juga: Paslon Cagub-cawagub Jabar Keluhkan Durasi Singkat untuk Jawab Pertanyaan di Debat Publik Pertama

Ia mengatakan, terkait kata bahagia tersebut selalu dikuatkan di setiap pertanyaan apapun termasuk saat memulai dan setiap akan mengakhiri, sehingga tentu ini menunjukkan konsistensi program yang diusung memang bahagia.

Sedangkan untuk pasangan nomor urut dua, Arlan melihat bahwa pasangan ini cukup atraktif dan menarik karena mereka sangat semangat, terutama Ronal yang notabenenya adalah public figure, artis, dan MC juga.

"Sehingga saya melihat bagaimana Ronal bisa mengemas beberapa statementnya atau argumentasi atau gagasan atau idenya ini dengan cukup baik, sehingga bisa diterima dan selalu tepat waktu," ucap Arlan.

Sementara Jeje yang memiliki pengalaman sebagai bupati, terus mengeksplor pemikiran-pemikirannya, sehingga gagasan-gagasan itu yang kemudian ditawarkan kepada masyarakat Jawa Barat saat debat.

Pasangan nomor urut tiga juga, kata Arlan, memang cukup menarik karena memiliki wawasan, sehingga setiap pertanyaan selalu kembali kepada program yang akan kerjakan.

"Namun, Pak Ilham memang agak sedikit kurang secara pembawaan karena mungkin lama di luar negeri. Tapi menurut saya juga ini daya tarik yang cukup luar biasa, karena Pak Ilham juga mampu menjelaskan gagasan dan idenya dengan baik terutama berbicara tentang yang sifatnya tadi ada teknologi dan lain sebagainya," katanya.

Baca juga: Debat Perdana Pilkada Jabar 2024, Paslon Menganggap 45 Detik Terlalu Singkat

Menurut Arlan, Dedi Mulyadi juga menarik karena dia penuh dengan semangat dan penuh dengan cara penyelesaian-penyelesaian yang pernah dilakukan atau pengalaman-pengalaman yang memang pernah dilakukan sebagai bupati dan sebagai anggota dewan.

"Dan, saya pikir Pak Erwan terlalu banyak mengadopsi tempat tinggal tempat dulu saat dia sebagai Wakil Bupati Sumedang dan mengatakan bahwa Sumedang sudah sangat baik, sebenarnya sesuatu yang baik dan itu juga tidak salah," ujar Arlan.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved