Lebih Rapuh dari Gelas Kaca, Ejekan Presiden Iran Masoud Pezeshkian Soal Iron Dome Israel
Presiden Iran, Masoud Pezeshkian, mengatakan bangga karena angkatan bersenjata Republik Islam Iran sekali lagi menunjukkan taringnya.
TRIBUNJABAR.ID - Serangan rudal balistik Iran ke Tel Aviv mengejutkan dunia.
Terlebih sejumlah rudal yang diterbangkan mampu menembus pertahanan canggih Israel yang dikenal dengan Iron Dome.
Terkait hal ini, Presiden Iran, Masoud Pezeshkian, mengatakan bangga karena angkatan bersenjata Republik Islam Iran sekali lagi menunjukkan taringnya.
Hal ini tak lepas dari keberhasilan mereka menembus sistem pertahanan Israel.
Untuk itu Masoud Pezeshkian pun melontarkan ejekan kepada Israel.
Baca juga: FAKTA-fakta Serangan Rudal Iran ke Tel Aviv, Klaim Israel, Hingga Dukungan Penuh AS ke Zionis
Menurutnya sistem pertahanan rezim Zionis lebih rapuh dari sebuah gelas kaca.
Dilansir Tribunwow.com dari mehrnews.com, Masoud Pezeshkian menjabarkan bahwa Operasi 'True Promise II', sekali lagi menunjukkan kepada dunia bagaimana sikap mereka terhadap kejahatan yang dilakukan Israel.
"Berdasarkan hak-hak yang sah dan dengan tujuan menjaga perdamaian dan keamanan bagi Iran dan kawasan, respons tegas diberikan terhadap agresi rezim Zionis," ungkap Masoud Pezeshkian dalam pertemuan kabinet pada Rabu (2/10/2024) siang.
Operasi 'True Promise II' merupakan respons terhadap pembunuhan mantan Kepala Biro Politik Gerakan Perlawanan Islam Palestina, Ismail Haniyeh dan mantan Sekretaris Jenderal Gerakan Perlawanan Hizbullah Lebanon, Sayyed Hassan Nasrallah dan juga sejumlah komandan Perlawanan oleh pasukan Israel.
Pada dasarnya, negara-negara Barat terus menyerukan kepada Iran untuk menahan diri untuk menyerang.
Bahkan mereka berjanji untuk segera melakukan gencatan senjata di Gaza setelah tragedi pembunuhan mantan pemimpin Hamas Ismail Haniyeh di Teheran, yang merupakan pelanggaran nyata terhadap kedaulatan dan keamanan nasional Iran.
Akan tetapi bisa diketahui bahwa usulan gencatan senjata hingga saat ini tidak pernah digubris Israel bahkan ditolak mentah-mentah oleh Perdana Menteri Benjamin Netanyahu.
Baca juga: Israel Serang Beirut, Begini Kondisi 1.232 Prajurit yang Jadi Pasukan Perdamaian PBB di Lebanon
“Kami tidak mengambil tindakan apapun dengan harapan genosida terhadap rakyat Gaza yang tertindas dan tak berdosa akan dihentikan oleh rezim Zionis, namun rezim penjahat dan haus darah ini tidak hanya terus membunuh wanita dan anak-anak yang tak berdosa, tetapi juga memperluas cakupan kejahatannya ke Lebanon dan dengan meledakkan alat komunikasi," ujar Presiden Iran, Masoud Pezeshkian.
Penyerangan yang semakin ganas tersebut membuat Iran geram dan tidak dapat tinggal diam lagi.
Masoud Pezeshkian bahkan mengatakan dalam pertemuan majelis Umum Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB), bahwa PM Israel Benjamin Netanyahu yang tangannya telah berlumuran darah ribuan wanita dan anak-anak Palestina yang tak berdosa, secara gamblang mengancam Iran dan negara-negara lain untuk tetap diam dalam menghadapi perilaku kejam mereka.
| Sentimen Damai Timur Tengah: Membaca Arah Harga Emas Pasca Gencatan Senjata AS-Iran |
|
|---|
| AS-Iran Gencatan Senjata, Wali Kota Cirebon Berharap Perbaikan Ekonomi Flobal |
|
|---|
| Efek Gencatan Senjata Iran-AS, Pelabuhan Cirebon Hingga Pariwisata Jabar Berpotensi Terdongkrak |
|
|---|
| Gencatan Senjata AS-Iran, Pengamat Ekonomi Sebut Penurunan Harga Sejumlah Komoditas Tidak Instan |
|
|---|
| Trump Sepakati Gencatan Senjata Iran, Ketua DPRD Pangandaran Wanti-wanti Dampak BBM dan Pangan |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/Rudal-rudal-balistik-serang-Kota-Tel-Aviv.jpg)