Kamis, 23 April 2026

Puluhan Orang Tewas pada Peristiwa Banjir yang Terjadi di Thailand

Puluhan orang meninggal dunia akibat banjir dua meter yang melanda Thailand Selatan. Total ada 33 orang yang kehilangan nyawa.

Editor: Giri
Web
ILUSTRASI BANJIR - Puluhan orang meninggal dunia akibat banjir dua meter yang melanda Thailand Selatan. Total ada 33 orang yang kehilangan nyawa.   

TRIBUNJABAR.ID, SONGKHLA – Puluhan orang meninggal dunia akibat banjir dua meter yang melanda Thailand Selatan. Total ada 33 orang yang kehilangan nyawa.  

Banjir terparah terjadi di Kota Hat Yai di Provinsi Songkhla.

Akibat banjir ini, banyak wilayah lumpuh dan akses bantuan terputus. Hal itu membuat upaya penyelamatan semakin sulit.

“Pihak berwenang mengatakan 33 orang telah meninggal di tujuh provinsi, dengan penyebab termasuk banjir bandang, tersengat listrik, dan tenggelam,” kata Juru Bicara Pemerintah Thailand, Siripong Angkasakulkiat. 

Sekitar 150 ribu warga Hat Yai terjebak banjir tanpa akses keluar ataupun bantuan.  

Direktur Pusat Perubahan Iklim dan Bencana di Universitas Rangsit sekaligus Wakil Presiden Yayasan Dewan Peringatan Bencana Nasional, Seree Supratid, menulis pembaruan di Facebook pada Rabu (26/11/2025) yang menyebut bahwa jumlah warga terdampak sangat besar dan memerlukan evakuasi segera.

Baca juga: Sumatera Utara Dikepung Banjir dan Longsor, 24 Orang Meninggal Dunia, 5 Masih Hilang

Menurut The Bangkok Post, kabinet Thailand telah menetapkan Songkhla sebagai zona bencana untuk mempercepat penyaluran dana respons darurat. Sementara hujan deras masih mengguyur sebagian besar wilayah selatan.

Sementara itu, kantor berita Reuters melaporkan bahwa hujan lebat telah memengaruhi sembilan provinsi di Thailand bagian selatan dan berdampak pada sekitar 2,1 juta orang. Sebanyak 13 ribu warga kini mengungsi ke pusat-pusat penampungan, sementara banyak lainnya terputus dari akses bantuan.

Panggilan darurat ke kelompok penyelamat datang tanpa henti. Seorang anggota kelompok relawan di laman Facebook Hat Yai’s Matchima Rescue Group mengatakan, “Panggilan terus berdatangan tanpa henti dalam tiga hari terakhir, jumlahnya ribuan, meminta untuk dievakuasi dan lainnya meminta makanan.”

Unggahan seruan pertolongan dari warga yang terjebak membanjiri media sosial.  Seorang warga bernama Pingojung Ping menulis bahwa ia terjebak bersama lima orang lainnya, dua di antaranya lansia.  

Pengguna Facebook lainnya, The Hong Tep, menulis, “Kami berlima bersama seorang anak kecil tanpa beras dan air. Sinyal telepon sudah terputus – air naik dengan cepat.”

Baca juga: Pemancing Serbu Persawahan yang Terendam Banjir di Pangandaran, Ada yang Dapat 2 Kg Ikan

Pihak militer Thailand mengumumkan pada Selasa (25/11/2025) bahwa mereka mengirim dukungan tambahan, termasuk pesawat kargo C-130 dengan pasokan obat-obatan, makanan dan air, 14 perahu karet, serta kapal induk Chakri Naruebet yang membawa dua helikopter, dokter, dan dapur dapur yang mampu menyediakan hingga 3.000 porsi makanan per hari.

Dalam pernyataannya, militer mengatakan, “Armada siap mengerahkan pasukan dan melaksanakan tindakan sesuai perintah Angkatan Laut Kerajaan,” sambil menambahkan bahwa kapal induk tersebut juga dapat difungsikan sebagai rumah sakit terapung.

Di sektor industri, kerusakan juga cukup besar. Menteri Perindustrian Thanakorn Wangboonkongchana mengatakan, ratusan pabrik terendam banjir dan setidaknya 17 pembangkit listrik tidak beroperasi di wilayah tersebut, yang merupakan salah satu produsen dan eksportir karet terbesar di dunia. (*)

Sumber: kompas.com

Sumber: Kompas
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved