Israel Serang Beirut, Begini Kondisi 1.232 Prajurit yang Jadi Pasukan Perdamaian PBB di Lebanon
46 orang tewas dan 85 lainnya terluka di Lebanon akibat serangan Israel. Lalu bagaimana nasib 1.232 personel TNI yang bertugas di Lebanon?
TRIBUNJABAR.ID, JAKARTA - Eskalasi konflik di Timur Tengah makin tinggi. Konflik antaran Israel dengan sejumlah negara pun memanas, setidaknya dalam sepekan terakhir.
Salah satunya dengan negara Lebanon. Diketahui, militer Israel kembali melancarkan serangan ke Beirut, ibu kota Lebanon, Kamis (3/10/2024) dini hari.
Serangan tersebut merupakan serangan kedua yang diterima Beirut sejak permusuhan antara Israel dan Hizbullah 2023 lalu.
Dilansir dari Tribunnews.com, menurut laporan Kontributor Al Jazeera di lapangan, ada tiga ledakan di pinggiran Kota Beirut Selatan, Dahiyeh.
Baca juga: Konflik Israel-Iran, Pengamat Prediksi Serangan Iran Tak Membuat Israel Jera, Punya Back-up Kuat
Dahiyeh merupakan tempat pemimpin Hizbullah, Hassan Nasrallah, terbunuh bulan lalu.
Kementerian Kesehatan Lebanon menyatakan sedikitnya 5 orang tewas dan belasan lainnya terluka akibat serangan itu.
Sementara itu secara keseluruhan, 46 orang tewas dan 85 lainnya terluka di Lebanon akibat serangan Israel.
Serangan tercatat terjadi di wilayah selatan Nabataba, Bekaa, Baalbek-Hermel dan Gunung Lebanon.
Lalu bagaimana nasib 1.232 personel TNI yang bertugas di Lebanon?
Kepala Pusat Penerangan TNI Mayjen TNI Hariyanto mengatakan prajurit TNI yang bertugas di Lebanon saat ini bertugas seperti biasa.
Pasukan TNI yang berada di homebase juga siap untuk menjemput atau mengawal evakuasi WNI seizin Menteri Luar Negeri RI.
"Menteri Luar Negeri juga harus seizin Commander UNIFIL yang di sana. Ini harus secara bertahap. Tetapi yakinlah penugasan di sana sampai dengan sekarang, masih dilaksanakan seperti biasa. Sampai sekarang aman (belum ada laporan prajurit terluka)," kata Hariyanto di Lapangan Silang Monas Jakarta Pusat pada Kamis (3/10/2024).
Seperti diketahui ada 1.232 prajurit TNI di Lebanon yang bertugas bersama Pasukan Perdamaian PBB (UNIFIL).
Lebih dari 1.000 prajurit TNI saat ini tersebar di beberapa daerah di Lebanon untuk melaksanakan misi perdamaian bersama UNIFIL.
Sebagian besar prajurit TNI yang tergabung dalam UNIFIL beroperasi di darat, sedangkan Satgas MTF beroperasi di laut.
| Tokoh Agama di Bandung Tekankan Pencegahan Konflik Keyakinan Demi Keutuhan Bangsa |
|
|---|
| Bisnis Elektronik saat Konflik Global, Log In Megastore Optimis Piala Dunia Dongkrak Penjualan TV |
|
|---|
| Pengamat Sebut Harga BBM Nonsubsidi Perlu Disesuaikan Jika Tren Minyak Dunia Berlanjut |
|
|---|
| Harga Kedelai di Bandung Tembus Rp10.000: Imbas Konflik Timur Tengah dan Ketergantungan Impor |
|
|---|
| AS-Iran Gencatan Senjata, Wali Kota Cirebon Berharap Perbaikan Ekonomi Flobal |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/pasukan-perdamaian-pbb.jpg)