Muhibah Budaya Jalur Rempah 2024
Hari Ke-13: Lego Jangkar Lagi Sehari Semalam, Bersiap Menyerbu Negeri Jiran
PADA pagi hari ke-13 Muhibah Budaya Jalur Rempah 2024, Sabtu, 29 Juni, KRI Dewaruci sudah memasuki perairan Malaka, Malaysia.
Penulis: Hermawan Aksan | Editor: Hermawan Aksan
Hermansyah, ahli filologi dari IAIN Ar-Raniri Banda Aceh, juga menyebut Kiai Hasan Mustapa, tokoh yang begitu dihormati di Jawa Barat, khususnya Bandung, adalah salah satu informan Snouck Hurgronje, tokoh Belanda yang disebut-sebut berhasil membantu menghancurkan tanah Aceh.
Obrolan menarik itu, sayangnya, terhenti karena menu makan siang sudah datang. Waktu menunjukkan pukul 12.00 waktu Malaka. Jadi, kami makan siang pada pukul 11.00 WIB. Menunya tetap sebelas-dua belas dengan menu kemarin: ayam goreng, sayur, dan kerupuk.
Saat matahari sudah bergulir ke langit barat, saya naik ke geladak atas untuk memosting sekaligus tiga tulisan buat Tribunjabar.id dalam waktu singkat. Ternyata sinyal memang sedang kuat. Hanya, karena matahari terasa begitu menyengat dan tak ada sisa tempat teduh karena dipakai buat latihan Laskar Rempah, saya tidak memosting lagi naskah buat FB.
Turun lagi ke lounge, ternyata di sana Yudhi masih menulis. Jadi saya bergabung di sana meskipun tidak menulis. Petrik kemudian muncul dan bergabung dalam obrolan tentang zaman Orde Baru.
Menjelang matahari terbenam, saya ke atas lagi. Tidak lama kemudian, semua orang yang sedang berada di geladak atas berdiri untuk menghormati penurunan bendera merah putih, yang kali ini ditemani bendera Malaysia, bertepatan dengan tenggelamnya matahari.
Sayangnya, sunset terhalang awan.
Setelah Magrib, yang digabung dengan Isya seperti biasa, para anggota Laskar Rempah melakukan latihan lagi.
Mungkin mereka pun, seperti saya, tak sabar untuk menyerbu Malaka. (*)
| Hari Ke-20: Hari Terakhir Muhibah Budaya Jalur Rempah, Tangis Kembali Tumpah |
|
|---|
| Hari Ke-19: Pagi Terakhir di KRI Dewaruci dan Malam Pembukaan Festival Raja Ali Haji |
|
|---|
| Hari Ke-18: Lego Jangkar di Tanjung Uban, Tangis Peserta Muhibah pada Malam Terakhir di KRI Dewaruci |
|
|---|
| Hari Ke-17: Mencium Udara Hari Terakhir di Malaka dan Melanjutkan Muhibah ke Tanjung Uban |
|
|---|
| Hari Ke-16: Jumpa Sahabat di Malaysia, Kunjungi Masjid Selat Melaka, dan Hadiri Farewell Dinner |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/MBJR_hari-ke-13.jpg)