Kebakaran di Cimahi Meningkat Imbas Kemarau Panjang, Damkar Cimahi Justru Kekurangan Armada

Di tengah peristiwa kebakaran yang meningkat, Damkar Kota Cimahi justru kekurangan armada atau unit mobil Damkar

istimewa
ILUSTRASI KEBAKARAN- Kebakaran di Gunung Manglayang, Kabupaten Bandung, Senin (2/10/2023) malam. 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Hilman Kamaludin

TRIBUNJABAR.ID, CIMAHI - Kejadian kebakaran di Kota Cimahi pada musim kemarau tahun 2023 ini mengalami peningkatan dibandingkan tahun 2022.

Berdasarkan data Pemadam Kebakaran (Damkar) Kota Cimahi, jumlah kebakaran sepanjang tahun 2021 terjadi di 49 titik, tahun 2022 di 37 titik, dan pada tahun 2023 hingga awal Oktober tercatat sudah terjadi di 74 titik.

Plt Kepala Bidang Damkar pada Satpol PP dan Damkar Kota Cimahi, Aep Mulyana mengatakan, jika melihat data tersebut, jumlah kejadian kebakaran pada tahun 2023 ini memang mengalami peningkatkan cukup drastis.

"Kebakaran saat musim kemarau tahun 2023 didominasi lahan kosong yang mencapai 31 titik, pabrik atau gudang 15 titik, rumah 12 titik, pasar atau toko 6 titik, dan objek lainnya ada 10 titik," ujarnya saat dihubungi, Kamis (5/10/2023).

Baca juga: Viral Video Korban Kebakaran di Solo Menangis Uang Terbakar Hangus, Keluarga: Buat Modal Usaha

Ia mengatakan, kebakaran pada musim kemarau tahun ini kebanyakan melanda lahan kosong, dan alang-alang karena mudah terbakar dengan pemicu akibat kelalaian manusia seperti pembakaran sampah yang ditinggal begitu saja.

"Apalagi sejak sampah enggak bisa dibuang ke TPA Sarimukti, aktivitas bakar sampah lumayan banyak, tapi tidak bertanggungjawab karena ditinggalkan," kata Aep.

Di tengah peristiwa kebakaran yang meningkat, Damkar Kota Cimahi justru kekurangan armada atau unit mobil Damkar karena hingga saat ini hanya memiliki 12 unit armada, namun mobil itu tidak semuanya berfungsi.

Aep mengatakan, dari 12 unit armada itu hanya tiga sampai empat unit yang masih bisa beroperasi dan tiga unit rusak berat, sehingga kondisi tersebut menyulitkan petugas apabila kebakaran terjadi lebih di satu titik dalam waktu bersamaan.

"Kalau mobil yang lainnya banyak kendala, contohnya pulang pemadaman mogok, jadi lebih banyak perbaikan. Untuk saat ini kita lagi darurat unit, makanya kalau diminta pemadaman ke Sarimukti kita hanya mengirim orang, tidak unit," ucapnya.

Dengan kondisi itu, pihaknya berencana menambah unit dan tahun 2023 ini bakal ada penambahan satu unit, tetapi dalam pengadaan itu masih harus menunggu proses penganggaran tahun depan, termasuk perbaikan untuk satu unit.

Selain kekurangan unit, Damkar Kota Cimahi terkendala sumber air saat melakukan pemadaman karena sumber air menyusut imbas kemarau panjang, bahkan kondisi sejumlah titik hydrant juga airnya mulai sulit didapat.

Baca juga: Mimpi Kota Cimahi Targetkan Zero Sampah usai TPA Sarimukti Kebakaran, Mungkinkah?

"Untuk hydrant sekarang volume tekanannya memang berkurang, susah disedotnya juga. Tapi ada yang masih bisa, kita juga dapat air dari salah satu perusahaan," ujar Aep.

Sumber: Tribun Jabar
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved